BlackBerry Messenger AgenLiga

Timnas Inggris jadi korban Rasisme

Manajer timnas Inggris, Gareth Southgate, sangat kecewa dengan aksi rasisme fans Montenegro. Yang membuat Southgate sedih, di skuat Inggris adalah pemain yang baru berusia 18 tahun dan jadi korban. Inggris menjalani laga tandang di markas Montenegro pada Kualifikasi Euro 2020, Selasa (26/3) dini hari WIB. The Three Lions menang dengan skor 5-1 atas tuan rumah. Namun, laga diwarnai aksi rasisme oleh suporter tuan rumah.

Pemain Inggris mendapat sorakan yang menyerupai suara kera. Dua pemain mengaku mendengar secara langsung aksi aksi rasisme tersebut yakni Danny Rose dan Callum Hudson-Odoi. Raheem Sterling juga turut jadi korban. Gareth Southgate mengecam dengan keras aksi rasisme yang dilakukan suporter Montenegro. Sebab, bagaimana pun, rasisme dilarang di sepak bola.

Manajer berusia 48 tahun menilai sepak bola yang harusnya menggembirakan telah dinodai. “Pertama, itu sangat menyedihkan,” ucap Southgate.”Kami bermain dengan sangat baik dan kami mendapati seorang anak berusia 18 tahun Hudson-Odoi setelah laga diwawancarai dan harus menanggapi apa yang terjadi ketika harusnya ini tentang rasa bahagia karena debutnya bermain penuh,” sambungnya.

Southgate mengaku bahwa awalnya dia tidak secara langsung mendengar aksi rasis dari suporter Montenegro. “Tapi, saya bicara ini dalam konteks di awal laga. Saya lalu saya mendengarnya saat Danny Rose mendapat kartu dan itu tak bisa diterima,” tandasnya. Gareth Southgate memastikan tidak akan tinggal diam dengan kejadian tersebut.

Dia tentu saja ingin melindungi pemain dari aksi serupa di masa depan. Sebagai wakil dari Inggris, Southgate menyebut akan ada laporan ke UEFA. “Saya sudah bicara dengan para pemain kami satu per satu. Kami semua saling mendukung. Kami akan melaporkannya,” kata Southgate. Mendapat pelecehan berbau rasial sepanjang musim ini, Sterling takkan lelah menghadapi aksi semacam itu.

“Sangat memalukan karena tim tampil luar biasa di tempat yang sulit ditaklukkan, dan juga didatangi,” ujar Sterling. “Kami tahu betapa sulitnya, kami tahu laga bakal sulit tapi kami terus bersama-sama sebagai tim dan ada beberapa pemain yang tampil bagus, tapi ada juga, maaf bicara saya kasar, orang idiot, yang orang idiot yang merusak malam indah ini,” sambungnya.

“Sangat memalukan karena saya harus bicara jujur ini kepada Anda, ini sudah 2019 dan saya rasa harus ada hukuman nyata untuk ini, tidak hanya menskorsing beberapa orang. Ini adalah masalah bersama-sama. Stadion ini memuat 15 ribu penonton dan saya rasa hukumannya harus untuk satu negara jika ada fans yang bertindak rasialis. Jadi saya rasa harusnya tidak boleh ada penonton di dalam stadion,” tutur Sterling.

Jadwal Bank Offline

BCA-AL Mandiri - AL

BRI - AL BNI - AL

CIMB- AL

QR CODE AGEN LIGA

QR CODE AGENLIGA

Arsip Berita