BlackBerry Messenger AgenLiga
Browsing articles tagged with " bandar bola terpercaya"

Juventus Mengumumkan Ramsey Telah Menandatangani Kontrak Empat Tahun

Gelandang Arsenal, Aaron Ramsey, telah menandatangani kontrak dengan Juventus untuk musim depan, dengan juara Serie A telah mengumumkan pemain Wales itu akan bergabung dengan klub pada musim panas dengan kontrak empat tahun.

Ramsey berada dalam enam bulan terakhir dari kontraknya dengan The Gunners, yang membuatnya memenuhi syarat untuk menandatangani pra-kontrak dan meninggalkan klub London secara gratis di musim panas.

Upah tidak diungkapkan, tetapi Ramsey akan mendapatkan 7 juta euro ditambah bonus per tahun. Juventus juga mengumumkan mereka akan membayar biaya 3,7 juta euro untuk mendaftarkan Ramsey.

Setelah pengumuman tersebut, Ramsey menulis pesan perpisahan kepada The Gunners yang setia di Instagram, mengucapkan terima kasih atas dukungan mereka selama bertahun-tahun dan berjanji untuk memberikan segalanya dalam bulan-bulan terakhirnya bersama tim.

“Seperti yang mungkin sudah Anda dengar, saya telah menyetujui pra-kontrak dengan klub sepak bola Juventus,” tulis Ramsey. “Saya ingin mengeluarkan pernyataan pribadi untuk semua penggemar Arsenal yang sangat loyal dan mendukung.

“Anda menyambut saya sebagai seorang remaja dan telah berada di sana untuk saya melalui semua suka dan duka yang saya temui selama saya di klub. Dengan hati yang berat saya pergi setelah 11 tahun yang luar biasa di London Utara.

“Terima kasih. Aku akan terus memberikan 100% dan berharap untuk menyelesaikan musim dengan kuat, sebelum melanjutkan ke bab berikutnya di Turin.”

Arsenal juga merilis pernyataan, berterima kasih kepada Ramsey atas waktunya di klub dengan mengatakan: “Aaron telah memberikan kontribusi fantastis kepada klub kami sejak bergabung dari Cardiff City pada tahun 2008. Dia selalu menjadi profesional yang sempurna dan akan selalu memiliki tempat khusus di hati dan kenangan para penggemar Arsenal di seluruh dunia.

 “Kami menantikan Aaron membantu tim untuk mengakhiri musim ini sebelum ia bergabung dengan Juventus di musim panas.”

Ramsey akan mengakhiri perjalanan 11 tahun dengan Arsenal, setelah menjadi bagian dari tiga tim pemenang Piala FA yang mengubah waktunya bersama The Gunners setelah pindah dari Cardiff City pada musim panas 2008.

Namun, waktu bermainnya menurun musim ini saat ia membuat sembilan awal dan 13 penampilan pengganti di Liga Premier musim ini di bawah manajer baru Unai Emery.

Dia sebelumnya telah mengumumkan niatnya untuk menjalankan perjanjiannya setelah pembicaraan gagal dengan Arsenal di awal musim, dengan laporan-laporan yang menarik dari Juventus, bersama dengan Bayern Munich dan rival Liga Premier Manchester United dan Liverpool.

Terlepas dari meningkatnya kemungkinan kepergiannya, Ramsey telah dielu-elukan oleh Emery atas upayanya saat ia terus mendorong untuk menyelesaikan akhir musim 2018-19.

Dia menjadi pemain Wales ketiga yang tampil untuk Juventus setelah John Charles dan mantan pemenang Sepatu Emas Eropa, Ian Rush.

Matic Mengharapkan Man Utd Menjadi Penantang Gelar Liga Premier pada 2020

Manchester United akan menjadi penantang gelar Liga Premier pada 2019-20 jika mereka mampu mempertahankan standar yang sedang mereka tetapkan, kata Nemanja Matic.

Setan Merah diperkirakan akan memaksa mereka untuk bersaing untuk mahkota musim ini setelah selesai sebagai runner-up di belakang juara memecahkan rekor Manchester City di 2017-18.

Namun, mereka harus menanggung kemerosotan yang rendah hati di bawah bimbingan Jose Mourinho sebelum dibebaskan dari tugasnya pada bulan Desember.

Sebuah kebangkitan telah diawasi oleh Ole Gunnar Solskjaer, dengan United mengumpulkan 10 kemenangan dari 11 pertandingan tak terkalahkan di bawah asuhannya.

Bentuk seperti itu telah mengangkat mereka kembali ke empat besar dan menyalakan kembali kepercayaan bahwa ada waktu yang lebih baik untuk datang.

Matic mengatakan tentang ambisi masa depan: “Untuk memenangkan liga Anda harus memenangkan pertandingan seperti yang kami lakukan dalam tujuh, delapan pertandingan terakhir.

“Jadi, Anda harus memenangkan enam, tujuh pertandingan berturut-turut, maka Anda bisa kehilangan beberapa poin, untuk title, kehilangan satu pertandingan.

“Ini adalah cara untuk bertarung jadi jika kita bermain seperti ini untuk musim berikutnya maka kita akan menjadi salah satu tim yang akan berjuang untuk gelar.”

Matic tahu apa yang diperlukan untuk mengangkat gelar Liga Premier setelah menikmati dua keberhasilan selama waktunya di Chelsea.

Dia masih menunggu trofi pertama dengan United telah dikuasai oleh Setan Merah pada musim panas 2017. Kampanye Piala FA dan Liga Champions terus digabungkan bersama musim ini, dengan pertandingan kelas berat semakin dekat di kedua kompetisi tersebut.

Man Utd diatur untuk memberikan bentrokan putaran kelima dengan Chelsea dan yang terakhir pertemuan 16 besar dengan raksasa Prancis Paris Saint-Germain.

Solskjaer akan berharap untuk melihat catatannya yang tak tercela diperpanjang melalui pertandingan-pertandingan itu, dengan Matic memuji keyakinan bahwa pahlawan pemenang Treble di masa lalu telah kembali ke Old Trafford.

Dia menambahkan: “Dia selalu positif. Tentu saja, ketika kita tidak bermain bagus, tentu saja, dia perlu berteriak sedikit.

“Tapi dia sama – selalu positif. Hal yang sama ketika saya melihatnya di konferensi pers, dia juga seperti ini dengan kami. “

United akan menjadi tuan rumah bagi PSG pada hari Selasa sebelum menangani Chelsea Senin depan dan menyambut Liverpool ke Old Trafford dalam kunjungan Liga Premier berikutnya pada 24 Februari.

Lille Menang 2-0 atas Tuan Rumah Guingamp

Dalam laga match day ke 24 pada ajang kompetisi Ligue 1 Perancis yang berlangsung hari Minggu (10/2/2019) malam hari di Stade du Roudourou,tim Lille yang menjalani laga tandangnya pada tadi malam itu pun akhirnya berhasil membawa pulang raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menundukkan tuan rumah Guingamp dengan skor 0-2. Dimana gol-gol kemenangan dari tim Lille itu pun dipersembahkan oleh Rafael Leao dan Loic Remy.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim Lille yang menyambangi markas dari Stade du Roudourou itu pun memang mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit dari tim tuan rumah Guingamp. Dimana seperti yang kita ketahui bahwa baik tim tuan rumah Guingamp maupun tim Lille pun terlihat bermain dengan cukup berimbang didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Namun hingga akhir pertandingan babak pertama baik tim tuan rumah Guingamp maupun tim Lille pun harus puas dengan kedudukan imbang sementara 0-0 yang mereka dapatkan didalam laga babak pertama tersebut.

Memasuki laga babak kedua,tim Lille pun sudah langsung bisa unggul dan memimpin dengan skor 0-1 disaat laga babak kedua pun baru saja berjalan 2 menit melalui gol dari Rafael Leao. Akan tetapi setelah itu skor 0-1 yang didapatkan oleh tim Lille tersebut pun bertahan cukup lama didalam sepanjang waktu yang ada pada babak kedua,dan akhirnya tim Lille pun barulah bisa menggandakan keunggulannya menjadi 0-2 dimenit-menit akhir laga babak kedua melalui gol hasil tendangan pinalti yang dilakukan oleh Loic Remy.

Dengan demikian raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim Lille pada tadi malam itu pun tentunya masih membuat mereka berada diperingkat kedua pada papan klasemen Ligue 1 Perancis dengan jumlah raihan 49 poin. Sementara itu tim tuan rumah Guingamp yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka berada diperingkat terbawah pada papan klasemen Ligue 1 Perancis yakni berada diperingkat 20 dengan jumlah raihan 14 poin dari 23 laga yang sudah mereka jalani hingga saat ini.

Nimes Tundukkan Tuan Rumah Nantes 4-2

Dalam laga match day ke 24 pada ajang kompetisi Ligue 1 Perancis yang berlangsung hari Minggu (10/2/2019) malam hari di Stade de la Beaujoire,tim Nimes yang menjalani laga tandangnya pada tadi malam itu pun akhirnya bisa membawa pulang raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menundukkan tuan rumah Nantes dengan skor 2-4. Dimana gol-gol kemenangan dari tim Nimes itu pun dipersembahkan oleh Baptiste Guillaume, Antonin Bobichon, Jordan Ferri dan Sada Thioub. Sementara itu dua buah gol dari tim tuan rumah Nantes itu pun dipersembahkan oleh Kalifa Coulibaly dan Majeed Waris.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim tuan rumah Nantes yang bermain didepan publiknya sendiri itu pun awalnya memang terlihat menjalani laga yang ketat dan sengit dari lawannya Nimes. Akan tetapi tim tuan rumah Nantes pun sudah berhasil membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 1-0 terlebih dahulu dimenit 15 pada babak pertama melalui gol dari Kalifa Coulibaly. Keunggulan 1-0 yang didapatkan oleh tim tuan rumah Nantes tersebut pun bertahan lumayan lama didalam sisa waktu yang ada pada babak pertama,dan akhirnya tim tuan rumah Nantes pun barulah bisa menggandakan keunggulannya menjadi 2-0 dimenit 38 pada babak pertama melalui gol hasil tendangan pinalti yang dilakukan oleh Majeed Waris.

Memasuki laga babak kedua,tim Nimes yang tertinggal 2-0 didalam laga babak pertama itu pun mulai meningkatkan tempo permainannya dari awal mulainya laga babak kedua. Alhasil laga babak kedua yang baru saja berjalan 2 menit,tim Nimes pun berhasil membalas dan memperkecil kedudukannya menjadi 2-1 melalui gol dari Baptiste Guillaume. Dimenit 69 pada babak kedua,tim Nimes pun akhirnya bisa menyamakan kedudukannya menjadi imbang 2-2 melalui gol dari Antonin Bobichon. Setelah itu skor imbang 2-2 tersebut pun bertahan lumayan lama didalam sisa waktu yang ada pada babak kedua,dan akhirnya 5 menit menjelang akhir laga babak kedua tim Nimes pun berhasil membalikkan keadaan mereka menjadi unggul 2-3 melalui gol dari Jordan Ferri. Satu menit menjelang akhir laga babak kedua,tim Nimes pun kembali menggandakan keunggulannya menjadi 2-4 melalui gol dari Sada Thioub.

Dengan adanya raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim Nimes pada tadi malam itu pun tentunya masih membuat mereka berada diperingkat 11 pada papan klasemen Ligue 1 Perancis dengan jumlah raihan 33 poin. Sementara itu tim tuan rumah Nantes yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka berada diperingkat 15 dengan jumlah raihan 24 poin dari 23 laga yang sudah mereka jalani hingga saat ini.

Juventus Tundukkan Sassuolo 3-0

Dalam laga giornata ke 23 pada ajang kompetisi Serie A Italia yang berlangsung hari Senin (11/2/2019) dini hari tadi di Mapei Stadium,tim Juventus yang menjalani laga tandangnya pada tadi malam itu pun akhirnya berhasil membawa pulang raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menundukkan tuan rumah Sassuolo dengan skor 0-3 tanpa balas. Dimana gol-gol kemenangan dari tim Juventus itu pun dipersembahkan oleh Sami Khedira, Cristiano Ronaldo dan Emre Can.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim Bianconeri yang menyambangi markas dari Mapei Stadium itu pun memang mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit dari tim tuan rumah Sassuolo. Karena hal itu pun bisa kita ketahui dari permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah Sassuolo dengan tim Bianconeri didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Akan tetapi tim Bianconeri pun akhirnya bisa membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 0-1 terlebih dahulu dimenit 23 pada babak pertama melalui gol dari Sami Khedira. Sayangnya setelah itu skor 0-1 tersebut pun lantas tetap bertahan dan bahkan tidak lagi berubah hingga akhir pertandingan babak pertama.

Didalam laga babak kedua,tim Juventus yang berhasil memimpin dengan skor 0-1 didalam laga babak pertama itu pun tentunya masih harus bisa tetap bermain dengan baik dan impresif agar nantinya mereka pun bisa tetap menjaga keunggulannya tersebut didalam sepanjang pertandingannya pada babak kedua. Akhirnya dimenit 70 pada babak kedua,tim Juventus pun berhasil menggandakan keunggulannya menjadi 0-2 melalui gol dari Cristiano Ronaldo. Empat menit menjelang akhir laga babak kedua,tim Juventus pun kembali menambah keunggulannya menjadi 0-3 melalui gol dari Emre Can.

Dengan adanya raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim Bianconeri pada dini hari tadi itu pun tentunya masih membuat mereka berdiri dengan kokoh dipuncak klasemen Serie A Italia dengan jumlah raihan 63 poin. Sementara itu tim tuan rumah Sassuolo yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya tersebut pun membuat mereka tertahan diperingkat 11 dengan jumlah raihan 30 poin.

Diego Simeone: Atletico tidak kalah karena VAR

Manajer mengecilkan peran VAR dalam kekalahan derby timnya, tetapi klub sejak itu menyoroti kontroversi di Twitter. Diego Simeone menolak untuk menyalahkan keputusan VAR yang kontroversial atas kekalahan 3-1 Atletico Madrid dari Real Madrid pada hari Sabtu.

Los Blancos mengklaim kemenangan pertama mereka atas Atletico di Wanda Metropolitano, ketika Casemiro, Sergio Ramos dan Gareth Bale mencetak gol untuk membuat mereka naik ke peringkat kedua, di atas rival mereka.

Antoine Griezmann awalnya membatalkan pembuka Casemiro, tetapi Madrid akhirnya memiliki terlalu banyak untuk tuan rumah mereka dan nilai yang baik untuk menang.

Namun, Atletico yakin Jose Gimenez mengotori Vinicius Junior di luar kotak penalti Ramos, sebelum keputusan lain VAR melihat Atletico kehilangan tendangan penalti mereka sendiri ketika Alvaro Morata pergi setelah sedikit tabrakan di dalam kotak dengan Casemiro.

Simeone menegaskan teknologi itu tidak bisa disalahkan, meskipun, menerima tim yang lebih baik menang.

“Saya biasanya tidak berbicara tentang VAR,” kata Simeone kepada wartawan. “Ini jelas akan meningkatkan untuk kebaikan semua orang. Saya sama sekali tidak percaya bahwa kami telah kehilangan karena VAR.

“Itu adalah pertandingan yang sulit di mana mereka lebih baik dari kami, lebih kuat. Mereka memainkan pertandingan yang sangat bagus dan kami memberi selamat kepada mereka.”

Pemain Atletico mungkin merasa sedikit berbeda dengan Simeone mengenai dampak VAR, tetapi dia merasa dia tidak bisa menjawabnya.

“Tindakan penalti [yang tidak diberikan untuk Atletico] adalah kemungkinan penting,” katanya. “Tapi saya tidak berada di kepala para pemain, itu adalah pertanyaan bagi mereka.

“Kami terbiasa dengan keputusan Piala Dunia, memotong perayaan tujuan Anda dan tidak membiarkan Anda menikmatinya. Para pemain siap untuk itu.”

Sementara Simeone bersikeras bahwa VAR tidak bisa disalahkan atas kekalahan tersebut, para pemain Atletico marah dengan beberapa seruan kontroversial selama pertandingan dan klub tersebut menggunakan media sosial untuk menunjukkan apa yang mereka anggap sebagai panggilan yang ditiupkan.

Momen kontroversial pertama adalah keputusan untuk memberi Madrid penalti ketika Jose Gimenez menjatuhkan Vinicius Junior di sisi kiri kotak, dengan pejabat VAR mendukung wasit Javier Estrada Fernandez menunjuk ke titik penalti.

Namun, tangkapan layar insiden yang diunggah Atletico di Twitter tampaknya menampilkan kontak yang pertama kali terjadi di luar area.

Pasukan Simeone kemudian ditolak menyamakan kedudukan ketika Alvaro Morata dianggap offside sebelum mengalahkan Thibaut Courtois, tetapi jabatan klub tampaknya menunjukkan mantan striker Madrid yang dimainkan oleh Ramos.

Morata juga terlibat dalam insiden ketiga, tidak mendapatkan penalti meskipun Casemiro tampaknya melakukan kontak dengannya di dalam kotak, ketika mereka berusaha menyorot dalam gambar terakhir mereka.

Chelsea Menang Tipis 2-1 atas Brighton & Hove Albion

Dalam laga match day ke 17 pada ajang kompetisi Liga Premier Inggris yang berlangsung hari Minggu (16/12/2018) malam hari di American Express Community Stadium,tim Chelsea yang menjalani laga tandangnya pada tadi malam itu pun berhasil membawa pulang raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poinnya usai menundukkan tim tuan rumah Brighton & Hove Albion dengan skor tipis 1-2. Dimana gol-gol kemenangan dari tim Chelsea itu pun dipersembahkan oleh Pedro dan Eden Hazard. Sementara itu satu buah gol dari tim tuan rumah Brighton & Hove Albion itu pun dipersembahkan oleh Solly March.

Dalam jalannya laga pertandingan yang berlangsung pada tadi malam,tim The Blues yang menyambangi markas dari American Express Community Stadium itu pun memang terlihat mendapatkan perlawanan yang ketat dan sengit dari tim tuan rumah Brighton & Hove Albion. Karena hal itu pun bisa terlihat dari jalannya permainan yang cukup berimbang diantara tim tuan rumah Brighton & Hove Albion dengan tim The Blues didalam sepanjang pertandingannya pada babak pertama. Namun tim The Blues pun akhirnya bisa membuka keunggulannya dan memimpin dengan skor 0-1 terlebih dahulu dimenit 17 pada babak pertama melalui gol dari Pedro. Skor 0-1 yang didapatkan oleh tim The Blues itu pun bertahan lumayan lama didalam sisa waktu yang ada pada babak pertama,dan akhirnya dimenit 33 pada babak pertama tim The Blues pun baru bisa menggandakan keunggulannya menjadi 0-2 melalui gol dari Eden Hazard.

Didalam laga babak kedua,tim tuan rumah Brighton & Hove Albion yang tertinggal 0-2 dari Chelsea didalam laga babak pertama itu pun mulai terlihat meningkatkan tempo permainan mereka dan bermain lebih impresif dari awal mulainya laga babak kedua. Hasilnya dimenit 66 pada babak kedua,tim tuan rumah Brighton & Hove Albion pun barulah bisa membalas dan memperkecil kedudukannya menjadi 1-2 melalui gol dari Solly March. Sayangnya setelah itu skor 1-2 tersebut pun lantas tidak lagi berubah dan bahkan tetap bertahan didalam sepanjang sisa waktu yang ada pada babak kedua.

Atas raihan kemenangan dan juga tambahan tiga poin yang didapatkan oleh tim The Blues pada tadi malam itu pun tentunya masih membuat mereka berada diperingkat keempat pada papan klasemen Liga Premier Inggris dengan jumlah raihan 37 poin. Sementara itu tim tuan rumah Brighton & Hove Albion yang gagal dalam mendapatkan raihan poin positifnya sendiri pada tadi malam itu pun tertahan diperingkat 13 dengan jumlah raihan 21 poin.

Bekas Pemain Timnas Indonesia Suruh PSSI Belajar dari Vietnam

 

Tim nasional Vietnam mencapai titel juara Piala AFF 2018 sesudah menaklukkan Malaysia melalui agregat 3-2. Kemenangan tipis 1-0 atas Malaysia di Stadion My Dinh, Hanoi, Sabtu (14/12/2018), membuat Vietnam sekarang mengoleksi dua titel Piala AFF semenjak diselenggarakan pada 1996 yang lalu.

Dengan memenangkan Piala AFF, Vietnam lengkapi rincian beberapa negara kebiasaan kuat di level Asia Tenggara. Tidak hanya Vietnam dengan dua gelarnya, Thailand terdaftar menjadi negara dengan koleksi sangat banyak yaitu lima titel juara. Disusul Singapura dengan empat trofi, serta Malaysia 1x juara.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Prestasi Tim nasional Merah-putih selama ini lima kali tampil di final Piala AFF. Jika pada Piala AFF 2016 keluar menjadi runner-up, tahun ini Indonesia tidak berhasil di set penyisihan group. Sesaat Vietnam yang ditaklukkan Indonesia pada semi final Piala AFF dua tahun kemarin, malah bangun.

Bekas pemain Tim nasional Indonesia di masa 1990-an, Agung Setyabudi memberikan pujian pada perubahan sepak bola di Vietnam. Pria yang sempat jadi kapten di Tim nasional itu menyebutkan ada ketidaksamaan dengan mental pada orang Vietnam serta Indonesia saat membawa nama negara.

“Setahu saya Vietnam mengharuskan penduduknya untuk harus militer semenjak belia. Dengan demikian, perasaan mempunyai negara mengagumkan besar. Main di club memang untuk mencari uang, tetapi saat dengan kostum Tim nasional, ya apa pun akan dikorbankan,” tuturnya pada Bola.com, Minggu (16/12/2018).

Bekas pemain PSIS Semarang serta Persebaya Surabaya ini mengharap PSSI berbenah keseluruhan. Menurut dia, Vietnam sangat cocok menjadi role mode buat Tim nasional Indonesia sebab mempunyai scuad tiada naturalisasi.

“Janganlah malu belajar ke Vietnam, keseluruhannya ya PSSI. Tidak cuma pemain, serta pelatihnya saja berkarier kesana. Tetapi pengurusnya ikut, pergi ke Vietnam atau Thailand, tekuni apakah yang membuat mereka dapat begitu maju sepak bolanya saat ini,” tandas pria asli Solo ini.

Real Madrid menang tipis atas rayo vallecano

Real Madrid hanya mampu meraih kemenangan tipis atas tim papan bawah Rayo Vallecano 1-0. Karim Benzema menjadi pembeda dengan gol tunggalnya. Memainkan pertandingan Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (16/12/2018) dinihari WIB, Los Blancos mendominasi permainan. Madrid memiliki 69 persen penguasaan bola, meski hanya membuat sembilan percobaan yang empat di antaranya mengarah ke gawang Rayo.

Sementara tim tamu sebanyak 11 percobaan dilepaskan namun cuma tiga yang mengarah ke gawang Madrid. Satu-satunya gol di pertandingan di cetak oleh Benzema menit ke-13. Kemenangan atas Rayo menaikkan Madrid ke peringkat ketiga klasemen dengan 29 poin, hanya terpaut dua poin dari Atletico Madrid [2] dan Barcelona [1]. Rayo terkubur di peringkat 19 klasemen setelah baru mendulang 10 poin.

Jalannya Pertandingan

Madrid bermain  menyerang dari awal pertandingan. Meski begitu, Di 10 menit pertama, Rayo bertahan dengan solid untuk membatasi tim tuan rumah. Namun, pertahanan Rayo akhirnya terbongkar. Di menit ke-13, Madrid memimpin 1-0 berkat gol Benzema. Bekerjasama dengan Lucas Vazquez, Benzema menyelesaikan dengan tembakan kaki kanan dari dalam kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang Rayo.

Rayo nyaris menciptakan gol balasan tiga menit berselang. Dari sepak pojok, Emiliano Velazquez mengalahkan penjagaan Sergio Ramos untuk menyambut bola dengan tandukan dari depan gawang. Bola melenceng tipis, gawang Madrid selamat. Serangan balik Madrid menghasilkan sebuah peluang emas yang terlewatkan. Marco Asensio terbebas dari perangkap offside untuk menerima umpan terobosan Toni Kroos.

Namun, dalam situasi one-on-one, sepakan Asensio mampu diselamatkan kiper Stole Dimitrevski. Madrid hampir mendapatkan gol keduanya. Di menit ke-36, sepakan kencang Kroos dari tepi kotak penalti menghantam tiang gawang Rayo.  Usai restart, Madrid menciptakan peluang pertama. Di menit ke-50, Luka Modric menusuk pertahanan Rayo sebelum mengirim umpan tarik kepada Asensio di tengah.

Sepakan Asensio bisa diredam Dimitrievski. Lima belas menit kemudian, tendangan bebas Kroos meluncur ke kotak penalti untuk ditanduk Sergio Ramos dari depan gawang. Bola bersarang di belakang jala gawang Rayo, tapi dianulir karena Ramos offside. Di masa injury time, Rayo hampir membobol gawang Madrid. Akan tetapi, dua kali percobaannya berhasil dimentahkan Courtois di garis gawang.

Crystal Palace Sukses Menang  Tipis Atas  Leicester

Pemogokan jarak jauh Luka Milivojevic yang luar biasa terbukti menjadi perbedaan ketika Crystal Palace mengalahkan Leicester City dengan kemenangan 1-0 di Selhurst Park pada Sabtu sore Dalam apa yang merupakan urusan suka berkelahi di hari yang basah di selatan-timur London, kapten Istana Milivojevic menghasilkan momen ajaib di babak pertama, pengeboran bola melewati Kasper Schmeichel dari 25 meter sebab Leicester membaik setelah istirahat, tetapi mereka ditolak menyamakan kedudukan ketika kiper Istana Vicente Guaita, pada debut Premier League, membuat penyelamatan luar biasa untuk menggagalkan Jamie Vardy bahkan Istana bertahan untuk mengambil ketiga poin dan naik ke posisi 15 di klasemen, lima poin dari zona degradasi, sementara Leicester turun ke posisi 11 setelah mengalami kekalahan back-to-back Dengan Wayne Hennessey mengesampingkan karena kembali kejang-kejang, Istana berpaling ke Guaita, yang mereka tanda tangani dari Getafe dengan transfer bebas musim panas lalu, untuk debut liga dan itu hampir awal untuk melupakan kiper Spanyol

Setelah mengambil sentuhan berat untuk mengontrol umpan balik Milivojevic, Guaita tertangkap di dalam area penalti sendiri oleh Jamie Vardy, yang menggulung bola ke gawang yang kosong. Namun, mantan pemain depan Inggris itu dinilai oleh wasit Michael Oliver telah mengotori Palace No 1 jadi Kedua tim berjuang untuk menciptakan sesuatu yang sangat penting, jadi ketika Palace memimpin pada menit ke-39, itu adalah gol yang datang tiba-tiba lalu Townsend memilih Milivojevic 25 meter dari gawang dan kapten Istana memiliki waktu dan ruang untuk menekuk bola di luar penyelaman Schmeichel dan di dalam tiang jauh sehingga Leicester membaik setelah istirahat dan mereka hampir tingkat di menit ke-66. Vardy lulus merilis Demarai Grey, yang menemukan pengganti Rachid Ghezzal di tiang jauh, tetapi tembakan pertama pemain sayap itu melintas lebar dari target Lalu datanglah momen besar Guaita. Lulus Ghezzal memilih pengganti pemain pengganti Kelechi Iheanacho, yang melepaskan Vardy dengan bersih ke gawang. Namun, tembakan yang dipukul striker itu dengan brilian diarahkan ke pos oleh pembalap Spanyol, yang kemudian mengumpulkan rebound setelah bola melambung kembali ke tangannya dan Leicester memiliki satu kesempatan terakhir ketika izin Martin Kelly jatuh hati ke Wilfred Ndidi di tepi area penalti, tetapi upaya pemain tengah itu gagal merepotkan Guaita saat Palace bertahan untuk meraih kemenangan.

Roy Hodgson: “Saya pikir performa babak pertama kami sangat bagus melawan tim yang bagus. Sayangnya kami harus membuat perubahan di babak kedua dengan Cheikhou Kouyate, yang melakukannya dengan sangat baik. Kami harus mengatur kembali tim kami lagi – kami sudah harus mengatur kembali tim kami banyak karena penangguhan dan cedera Setelah itu Leicester melakukannya dengan sangat baik dan mereka berada di atas kami, tetapi hal yang hebat bagi saya untuk bisa menyatakan, meski mereka berada di puncak, adalah empat bek dan lini tengah kami bekerja sangat keras dan kami membatasi mereka untuk beberapa peluang. Dan kemudian ketika sedikit keberuntungan diperlukan, untuk sekali, itu berjalan dengan cara kami. Ini adalah kemenangan yang vital dan para pemain layak mendapat banyak pujian karena menariknya keluar dari tas sedangkan Claude Puel: “Setengah jam pertama kami tidak cukup. Bagi saya itu adalah babak pertama yang buruk tanpa intensitas yang tepat dan bahan yang tepat. Setelah kami kebobolan gol hebat tetapi babak kedua lebih menarik tetapi tanpa keberuntungan. Saya pikir kami memiliki tiga atau empat peluang untuk mencetak gol. Itu adalah pertandingan yang sulit. Kami harus bermain dengan semangat juang yang bagus karena itu adalah pertarungan dan kami belum siap di babak pertama untuk memainkan permainan ini

Pages:«1234567...45»

Jadwal Bank Offline

BCA-AL Mandiri - AL

BRI - AL BNI - AL

CIMB- AL

QR CODE AGEN LIGA

QR CODE AGENLIGA

Arsip Berita