BlackBerry Messenger AgenLiga
Browsing articles tagged with " Bandar bola online"

Lazio Di Tuntut Bermain Terbuka Untuk Bisa Taklukan Napoli.

Lazio bertekad membendung laju Napoli yang sedang prima di Serie A. Simone Inzaghi mengakui butuh penampilan yang tak cuma bagus, tapi juga berani untuk itu.

Lazio akan menjamu Napoli di Olimpico, Kamis (21/9/2017) dinihari WIB di lanjutan Serie A. Laga ini diperkirakan bakal berlangsung ketat dan sengit, mengingat kedua tim sejauh ini belum terkalahkan.

Tuan rumah sementara ini mengoleksi tiga kemenangan dan satu hasil imbang, yang menempatkan mereka di posisi empat klasemen dengan nilai 10. Sedangkan Napoli memimpin klasemen sementara, jadi satu dari tiga tim yang masih sempurna dalam empat pekan bareng Juventus dan Inter Milan.

Inzaghi memperkirakan sebuah laga berat, mempertimbangkan sang lawan yang sedang dalam laju tak terkalahkan di liga. Sudah sejak Februari lalu Napoli belum merasakan kalah.

Kali terakhir Partenopei ditaklukkan adalah oleh Atalanta pada 26 Februari lalu di San Paolo. Sejak saat itu mereka melalui 16 laga dengan 14 di antaranya dimenangi.

“Di 16 pertandingan terakhir, Napoli sudah menang 14 kali dan imbang dua kali. Mereka belum kalah di liga sejak Februari,” ungkap Inzaghi dikutip Football Italia.

“Mereka bersama dengan Juventus, adalah kandidat peraih Scudetto. Mereka sudah mempertahankan elemen-elemen penting di tim, mereka sudah bekerja dengan baik untuk menolak tawaran-tawaran.”

“Kami bakal perlu menampilkan permainan yang bagus, kami perlu tampil lebih baik dibandingkan musim lalu. Saat itu kami datang ke laga melawan Napoli setelah dua partai yang menguras dengan Roma dan Sassuolo, kami layak kalah. Kami perlu menampilkan permainan yang berani. sebagai sebuah grup,” imbuhnya.

Hasil Serie A Italia: Bologna 1-1 Inter Milan

Inter Milan sukses melanjutkan tren positipnya dengan tak terkalahkan di bawah besutan pelatih Luciano Spalletti saat  menahan imbang di markas Bologna berkat gol penalti yang cukup kontroversial dari Mauro Icardi. Pada laga yang digelar di Stadio Renato Dell’Ara, pada hari Sabtu (20/09) dini hari wib.

Inter Milan sukses melanjutkan tren positipnya dengan tak terkalahkan di bawah besutan pelatih Luciano Spalletti saat  menahan imbang di markas Bologna berkat gol penalti yang cukup kontroversial dari Mauro Icardi. Pada laga yang digelar di Stadio Renato Dell’Ara, pada hari Sabtu (20/09) dini hari wib.

Pertandingan yang sepertinya akan berakhir manis bagi tuan rumah karena timnya mampu bermain sangat baik dan saat gol Simone Verdi di babak pertama membawa keunggulan bagi timnya. Akan tetapi, Nerazzurri justru bisa memperpanjang rekor gemilangnya saat melawan Bologna dengan 6 kali kemenangan beruntun atas Bologna. Di paruh kedua, anak-anak Spalletti mendapatkan angin segar saat Ibrahima Mbaye terlihat menjatuhkan Eder di area terlarang.

Di babak pertama, bermain di hadapan publik sendiri Bologna tampil dengan membuat Inter sedikit kesulitan mengembangkan permainan mereka sejak awal pertandingan dimulai. Tuan rumah pun tampak tampi dengan mendominasi laga sekaligus memiliki beberapa peluang bagus untuk merepotkan barisan pertahanan dari tim tamu.

Memasuki menit ke 32, pasukan Roberto Donadoni pun sukses memecahkan kebuntuan melalui aki gemilang dari Simone Verdi. Saat memaksimalkan kesalahan umpan yang dibuat olehkiper Samir Handanovic. Verdi kemudian berhasil merebut bola sebelum akhirnya menaklukkan sang kiper dan membuat tuan rumah unggul terlebih dahulu. Skor pun berubah menjadi 1-0.

Menurut statistik, Verdi sendiri mampu membuat kerepotan para pilar Inter dengan melepaskan tujuh tembakan di babak pertama, sekaligus mencetak rekor individu di Serie A dengan tembakan terbanyak di babak pertama. Sebelumnya, belum pernah ada pemain yang bisa mencapai rekor yang demikian. Skor 1-0 tersbeut pun bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Inter mulai bermain lebih baik dengan mengambil alih permaianan. Sementara, tuan rumah Bologna tampil lebih bertahan dan sesekali menyerang lewat skema serangan balik cepat.

Bologna yang bertahan dengan berharap mendapatkan tiga poin dari raksasa Italia ini harus gigit jari saat Ibrahima Mbaye sepertinya tidak sengaja menjatuhkan pemain pengganti Eder di kotak terlarang. Wasit pun memutuskan untuk menghadiahi Inter penalti. Icardi yang maji sebagai eksekutor tak membuat kesalahan dengan melesakkan bola ke arah yang tepat. Sang kapten sekaligus menyelamatkan wajah tim dari kekalahan sekaligus dan bertengger di puncak klasemen.

Pertandingan yang sepertinya akan berakhir manis bagi tuan rumah karena timnya mampu bermain sangat baik dan saat gol Simone Verdi di babak pertama membawa keunggulan bagi timnya. Akan tetapi, Nerazzurri justru bisa mempmengembangkan permainan mereka sejak awal pertandingan dimulai. Tuan rumah pun tampak tampi dengan mendominasi laga sekaligus memiliki beberapa perpanjang rekor gemilangnya saat melawan Bologna dengan 6 kali kemenangan beruntun atas Bologna. Di paruh kedua, anak-anak Spalletti mendapatkan angin segar saat Ibrahima Mbaye terlihat menjatuhkan Eder di area terlarang.

 

Di babak pertama, bermain di hadapan publik sendiri Bologna tampil dengan membuat Inter sedikit kesulitan eluang bagus untuk merepotkan barisan pertahanan dari tim tamu.

Memasuki menit ke 32, pasukan Roberto Donadoni pun sukses memecahkan kebuntuan melalui aki gemilang dari Simone Verdi. Saat memaksimalkan kesalahan umpan yang dibuat olehkiper Samir Handanovic. Verdi kemudian berhasil merebut bola sebelum akhirnya menaklukkan sang kiper dan membuat tuan rumah unggul terlebih dahulu. Skor pun berubah menjadi 1-0.

Menurut statistik, Verdi sendiri mampu membuat kerepotan para pilar Inter dengan melepaskan tujuh tembakan di babak pertama, sekaligus mencetak rekor individu di Serie A dengan tembakan terbanyak di babak pertama. Sebelumnya, belum pernah ada pemain yang bisa mencapai rekor yang demikian. Skor 1-0 tersbeut pun bertahan hingga jeda turun minum.

Memasuki babak kedua, Inter mulai bermain lebih baik dengan mengambil alih permaianan. Sementara, tuan rumah Bologna tampil lebih bertahan dan sesekali menyerang lewat skema serangan balik cepat.

Bologna yang bertahan dengan berharap mendapatkan tiga poin dari raksasa Italia ini harus gigit jari saat Ibrahima Mbaye sepertinya tidak sengaja menjatuhkan pemain pengganti Eder di kotak terlarang. Wasit pun memutuskan untuk menghadiahi Inter penalti. Icardi yang maji sebagai eksekutor tak membuat kesalahan dengan melesakkan bola ke arah yang tepat. Sang kapten sekaligus menyelamatkan wajah tim dari kekalahan sekaligus dan bertengger di puncak klasemen.

Leicester Tundukan Liverpool Di Piala Liga

Leicester kembali memulai laga pada pertandingannya dimana laga kali ini mereka menghadapi lawan yang kuat Liverpool di Piala Liga. Tentu menghadapi Liverpool bukanlah hal yang dapat dilakukan dengan muda oleh Leicester yang berusaha sangat keras pada pertandingannya.

Pada laga yang dilangsungkan di King Power Stadium terlihat pihak Leicester maupun Liverpool tampil sangat agresif pada pertandingannya menciptakan kesengitan sejak awal pertandingan dilangsungkan. tampil sebagai tuan rumah tidak membuat pihak Leicester dapat tampil leluasa, pihak Liverpool yang tampil bagus menekan pihak Leicester.

Pada babak pertama pertandingan terlihat pertandingan langsung berlangsung menegangkan. Leicester maupun Liverpool langsung membangun serangan melancarkan serangan-serangan agresifnya kepertahanan lawan.

Babak pertama pertandingan berlangsung sangat sengit namun meskipun demikian hingga babak pertama pertandingan berakhir tetap tidak ada satupun gol tercipta membuat pertandingan berlanjut kebabak kedua.

Pada babak kedua Leicester terlihat lebih unggul. Pihaknya lebih banyak melancarkan serangan kepertahan Liverpool, mereka berusaha sangat keras untuk menciptakan keunggulan pertama mereka. keinginan itu baru tercipta ketika pertandingan memasuki menit ke 65 dimana sosok Shinji Okazaki menjadi pemain yang menciptakan gol pada pertandingan itu mengubah kedudukan menjadi 1-0.

Kini Leicester sudah unggul satu gol pada pertandingannya dan pertandingan kembali dilanjutkann dengan pihak Liverpool berusaha untuk membalas. Pertandingan semakin sengit pihak Leicester berusaha bertahan dari serangan Liverpool.

Liverpool yang sudah berjuang keras tak dapat berbuat banyak ketika pertandingan memasuki menit ke 78 sosok Islam Slimani muncul menjebol gawang miliknya. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 2-0 dimana gol itu juga sekaligus menjadi gol terakhir yang mampu tercipta membuat pihak Leicester keluar sebagai pemenang pada pertandingannya.

Matic-Fellaini Sedang Oke, Carrick-Herrera Harap Bersabar

Michael Carrick dan Ander Herrera tampaknya harus lebih bersabar menunggu untuk mendapatkan kesempatan bermain di skuat Manchester United musim ini. Sebab saat ini Nemanja Matic dan Marouane Fellaini sedang dalam performa yang oke.

Khusus untuk Michael Carrick, meski sang gelandang senior ini menjabat sebagai kapten tim, tapi dia belum sekali pun tampil. Sementara Ander Herrera, pesepakbola yang terpilih sebagai pemain terbaik pilihan fans ini masih terbatas kesempatan mainnya. Pemain asal Spanyol itu memang sudah tampil dalam tiga laga bersama MU di musim ini, tapi tidak pernah bermain secara penuh.

Menyusul cederanya Paul Pogba, manager MU Jose Mourinho mengakui bahwa saat ini Nemanja Matic dan Mauroune Fellaini adalah pilihan utamnya di lini tengah. Pelatih berusia 55 tahun asal portugal itu menilai bahwa kedua pemain itu sedang berada dalam performa terbaik.

Meski begitu, Mourinho juga memastikan bahwa Carrick dan Herrera akan mendapatkan kesempatan bermain juga. Manager berjuluk The Spesial One itu mengatakan bahwa ada peluang bagi mereka untuk bermain di pertandingan melawan Burton Albion, Kamis (21/9/2017) dinihari WIB.

“Romero sebelumnya memainkan final Liga Europa, yang merupakan laga terpenting kami di musim lalu. Dia tampil bagus tapi belum bermain di musim ini. Sedangkan Ander Herrera merupakan pemain terbaik kami di musim lalu. Dia sudah bermain tiga kali di musim ini tapi belum menjadi starter. Begitulah kehidupan di klub-klub besar,” ujar Mourinho seperti dikutip dari Sky Sports.

“Kami memperpanjang kontrak Carrick karena kami pikir dia adalah pemain yang bagus. Sebagai pemain senior, kami pikir dia adalah pemain yang penting untuk klub ini. Hanya saja dia sedang berada di sebuah tim yang mana saat ini Matic dan Fellaini ada di performa terbaik yang pernah saya lihat dari mereka.”

“Saya belum pernah melihat Matic bermain sedemikian baiknya dan saya belum pernah melihat Fellaini tampil begitu bagus. Jadi untuk Carrick dan Herrera, mereka harus lebih bersabar menunggu giliran main.” cetus Mourinho.

Alvaro Morata berhasil menyumbangkan satu gol buat Chelsea, Antonio Conte senang dan berikan pujian kepada anak asuhannya itu

Kabar kali ini datangnya dari klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge, sebagaimana yang dapat dipastikan klub yang bermarkas disana yang tak lainnya ialah klub Chelsea. Lebih tepatnya klub berjulukan The Blues ini baru saja menjalani dalam laga lanjutan pekan ketiga Liga Inggris 2017-2018, dan alahasilnya pasukan milik pelatih Antonio Conte ini sukses meraih kemenangan ketika berhadapan dengan pasukan Everton. Armada milik pelatih berusia 48 tahun ini pun tampil sebagai tim tuan rumah, dalam kesempatan tampil di puluhan pendukung sendiri ini lantas membuat Conte ingin meraih hasil pertandingan yang aksimal.

Pertemuan kedua tim skuad penghuni Liga Inggris ini pun dipertemukan pada laga pekan ketiga yang merupakan pertandingan lanjutan Liga Inggris musim panas 2017-2018, tepatnya pasukan Chelsea tampil sebagai tim tuan rumah yang bakal menyambut kedatangan pasukan Everton sebagai tim tamu. Kedua tim ini pun berlangsung di Stadion Stamford Bridge, tampil sebagai tim tuan rumah ini pun langsung membuat anak-anak asuhan Conte tidak mau kalah tampil melawan Everton. Alahasilnya pasukan The Blues ini pun sukses menutup pertandingan kali ini dengan kemenangan dengan skor 2-0 atas tim tamu, berkat hasil maksimal ini pun memberikan dampak positif bagi sang juara musim lalu Liga Inggris 2016-2017.

Sebelumnya, pertemuan kedua tim seperti Chelsea yang menjamu Everton di Stadion Stamford Bridge ini pun terjadi pada hari Minggu 27 Agustus 2017 malam WIB. Namun dalam dua gol yang terjadi di sepanjang pertandingan ini pun berkat aksi Cesc Fabregas yang tampil sangat bagus, dimana sang pemain bintang tersebut sukses membuka gol perdana bagi tim tuan rumah do menit ke-27. Sedangkan untuk gol kedua yang merupakan gol terakhir yang terjadi di Stadion Stamford Bridge ini pun disumbangkan Alvaro Morata menjelang babak pertama berakhir, dengan kedua gol ini yang berhasil disarangkan anak-anak asuhan Conte di jaring gawang Everton ternyata membuat The Blues  bisa sedikit mengubah peringkat mereka. Tepatnya armada milik pelatih berkebangsaan Italia ini berhasil ke posisi kelima klasemen sementara, menyebutkan posisi yang ditempatkan The Blues ternyata klub yang bermarkas di Stadion Stamford Bridge sudah mengumpulakn enam poin.

Sebenarnya dalam dua gol  yang terjadi di sarang jaring gawang milik tim tamu Everton ini tidak ada yang bagus, namun untuk gol terakhir yang merupakan gol kedua bagi The Blues ini adalah gol yang cukup menarik perhatian sang ahli taktik Chelsea. Antonio Conte yang kita ketahui merupakan ahli taktik Chelsea dikabarkan sangat senang atas gol Morata, bahkan Conte sendiri sempat memberikan pujian atas bentuk penampilan milik pemain barunya yang didatangkan pada bursa transfer musim panas 2017. Dia pun menyebutkan jika Morata adalah pemain yang cepat dalam beradaptasi meski baru saja datang di Chelsea dari Real Madrid, tentu saja gol kedua milik pemain berkebangsaan Spanyol ini cukup memberikan dampak positif bagi armada milik Conte.

“Pemain berkebangsaan Spanyol  ini memiliki kualitasnya sendiri sebagai penyerang, membuat gol memang adalah penampilan yang begitu bagus dimana dirinya mampu menunjukan kualitas terbaiknya dalam menjalankan tugasnya sebagai soerang penyerang. Bearti setiap gol yang terjadi di setiap pertandingan, tentu itu adalah yang terpenting bagi seorang pemain yang berposisi penyerang.”Ucap Antonio Conte.

Patrick Schick berlabu ke AS ROma Setelah gagal ke Juventus.

Patrik Schick tampaknya itu akan tetap meninggalakan Sampdoria walaupun transfer dirinya itu ke Juventus sudah dapat di pastikan Batal untuk terwujud. Striker muda yang berkebangsaan Republik Ceko itu pun selangkah Lagi akan bergabung dengan AS Roma.

Patrik pun sebenarnya itu sudah mengurus kepindahannya itu ke Juventus beberapa saat yang lalu. dia pun bahkan sudah menjalani tes Medisnya setelah Juventus dan juga Sampdoria mencapai kesepakatan harga yang ada.

Akan tetapi setelah tes medis itu di lakukan, Juventus pun tidak kunjung mengumumkan Transfer Patrik. dan ada pun dugaan jika Juventus sudah menemukan masalah pada jantung  Schcik di dalam tes Medis itu tersebut. Juventus dan juga Sampdoria pada akhirnya itu pun memutuskan untuk bisa menghentikan proses transfer pemain yang berusia 21 tahun itu.

Kemudian setelah dirinya itu di periksa lagi. Patrik pun dinyatakan sehat dan juga bisa meneruskan kariernya itu sebagai Pesepakbola  profesional. Klub-klub lain seperti Inter Milan,  Napoli dan juga As Roma pun sudah di laporkan tengah mengincarnya.

Namun, patrik sudah menjatuhkan pilihannya untuk bisa bermain di AS ROma. dan dia pun juga sudah tiba di Bandara Fiumicino, Roma pada hari senin tanggal 28 agustus yang lalu dan akan menjalani tes medisnya pada hari selasa tanggal 29 agustus nanti.

“saat ini saya sangat senang dia sudah menuju ke Roma karena saya ingin membawanya itu ke sana. Si pemain pun juga saya lihat cukup bahagia dengan transfer kali ini.” ungkap PResiden Sampdoria, Massimo Ferrero kepada PRemium Sport.

“namun yang terpenting saat ini adalah Roma yang memperlakukannya dengan baik karena dia adalah Permata di sini.” ucap Ferrero.

Kini pun AS ROma di kabarkan akan merekrut PAtrik dengan status Pinjaman dan memiliki kewajiban untuk bisa mempermanenkannya dengan nilai transfer 38 juta Euro atau jika di konversikan mencapai 605 miliar rupiah pada musim panas tahun depan nanti.

Kekecewaan Wenger Melihat Kehancuran Tim DI Anfield

Arsenal Kembali melanjutkan perjalananya di Premier League dimana pada pertandingannya mereka menghadapi lawan yang benar-benar kuat  Liverpool. Menghadapi Liverpool pihak Arsenal sudah berjuang keras pada pertandingannya namun mereka mendapat kekalahan yang benar-benar menyakitkan.

Tampil semaksimal mungkin pihak Arsenal malah harus menerima kekalahan 4-0 pada pertandingannya. Dibabak pertama mereka kebobolan dua gol dan disusul dua gol dibabak kedua. Kekalahan itu membuat manajer Arsenal, Arsene Wenger mengaku sangat kecewa. Menurut Wenger dirinya tidak menyangka kalau timnya bisa menerima kekalahan hingga 4-0 bahkan ia mengira timnya bisa meraih kemenangan.

Akibat dari kekalahan itu sendiri saat ini Arsenal hanya mampu mengisi posisi ke 16 dimana mereka sudah menjalani tiga pekan namun baru bisa meraih satu kemenangan dan dua kekalahan. Wenger terlihat benar-benar kesal atas kekalahan itu namun ia menegaskan kalau saat ini Arsenal masih memiliki kesempatan yang besar mengingat Premier League baru saja dimulai dan perjalan masih sangat panjang.

“ Arsenal sudah berusaha tampil semaksimal mungkin pada pertandingan tersebut namun nyatanya malah menerima kenyataan yang benar-benar pahit. Jujur saya sangat kecewa melihat hasil itu bagaimana mungkin tim menelan kekalahan hingga 4-0, namun tetap kekalahan harus diterima dan kita akan berjuang lebih keras lagi pada laga-laga selanjutnya.” Ujar Wenger

“ Perjalanan di Premier League masih sangat panjang namun kita harus memulai diawal dengan sangat baik untuk bisa mendapat keunggulan sejak awal pembukaan. Namun Arsenal telah gagal untuk memperkuat posisi tim diawal pembukaan laga dan kita harus berjuang extra keras untuk bisa naik keposisi tinggi dan tidak boleh menerima kekakalah lagi.” Tambahnya   

Perekrutan Morata Disebut Menjadi Perjudian Besar Bagi Chelsea

Chelsea menggelontorkan banyak uang untuk dapat mendatangkan Alvaro Morata dari Real Madrid. Keputusan tersebut dinilai menjadi perjudian yang besar.

Morata didatangkan oleh Chelsea dengan senilai 70 juta pound sterling ataupun sekitar Rp 1,2 triliun, yang juga jadi rekor pembelian klub.

Morata diharapkan jadi pengganti dari Diego Costa, yang telah dipastikan tersisih dari skuat inti Chelsea. Manajer Antonio Conte menegaskan tak memasukkan Costa di dalam rencananya pada musim 2017/2018.

Padahal, Costa pada musim yang lalu memiliki peran yang penting dalam membawa Chelsea menjadi juara di Premier League musim yang lalu. Dirinya menciptakan sebanyak 20 gol pada liga, dengan total sebanyak 22 gol pada seluruh ajang.

Sedangkan Morata masih belum memperlihatkan penampilan yang telah diharapkan. Dari sebanyak tiga penampilannya bersama dengan Chelsea selama di pramusim, pemain yang pada saat ini berusia 24 tahun tersebut masih belum menciptakan satu gol pun, termasuk gagal untuk mengeksekusi penalti pada pertandingan Community Shield, hari Minggu (6/8).

Mantan pelatih dari Manchester City, yakni Stuart Pearce pun menilai keputusan Chelsea untuk menggantikan Costa dengan Morata merupakan perjudian yang besar. Bahkan dirinya menyebut bila peluang dari tim dengan nama lain The Blues tersebut untuk mempertahankan gelar begitu cukup kecil.

‘’Saya rasa itu merupakan perjudian yang besar. Dirinya (Costa) merupakan sosok yang membuat Hazard dapat bekerja pada belakangnya, pun dengan Pedro. Saya tak dapat melihat mereka mempertahankan gelar lantaran hal itu,’’ jelas Pearce.

Terkait dengan Morata, Pearce pun berharap Morata dapat secepatnya moncer pada Chelsea, walau dirinya menyadari bermain pada Premier League memang perlu waktu.

‘’Saya berharap Morata dapat secepatnya menyatu, namun selalu ada hal pada pikiran Anda ketika pemain datang ke Inggris untuk bermain, terkadang perlu sedikit waktu untuk menyelesaikannya,’’ tambah Pearce.

‘’Terlalu banyak pertanyaan yang telah keluar dari Chelsea pada saat ini, sedikit kegelisahan. Saya rasa tahun yang lalu mereka beruntung, mereka tak mempunyai cedera parah di sepanjang musim ini – saya rasa mereka bakal mendapatkan tantangan yang lebih besar pada tahun ini untuk mempertahankan gelar,’’ ungkapnya.

Ditinggal Neymar, Barca Tidak Akan Merana

Presiden Barcelona, yakni Josep Maria Bartomeu, memastikan bila klub tidak merana ditinggal oleh Neymar. Terlebih dengan uang transfernya, Barca dapat membeli pemain yang dengan sama bagusnya.

Barca sendiri baru saja melepas Neymar pada Paris St-Germain dengan senilai 222 juta euro ataupun sekitar Rp 3,6 triliun yang juga menjadikan pemain asal Brasil tersebut dengan sebagai pemain yang termahal dunia.

Kehilangan Neymar pun sebenarnya  merugikan Barca mengingat dirinya merupakan andalan pada lini depan bersama dengan Luis Suarez dan Lionel Messi di dalam beberapa musim yang terakhir. Total ada sebanyak 105 gol diciptakan oleh Neymar dan juga delapan gelar diberikan selama dalam empat tahun memperkuat Barca.

Namun hal tersebut tak begitu dipusingkan oleh manajemen klub, sebab bagi Barca pemain tersebut dapat datang dan juga pergi kapan saja. Yang paling penting merupakan menjaga nama Barca dengan sebagai klub tersukses pada dunia.

‘’Dirinya ingin pergi. Sebenarnya kami tak ingin melepasnya namun tak ada pemain yang lebih besar daripada Barca,’’ kata Bartomeu.

‘’Kami tak ingin Neymar pergi dan hal itulah mengapa buy out clause-nya dinaikkan. Seluruh keputusan diambil demi untuk kebaikan FCB, bila dirinya bertahan maka kami pun mempertahankan pemain yang top dan kami pun mendapatkan uang banyak bila menjualnya,’’ sambung Bartomeu.

‘’Kami telah menutup rapat-rapat cerita tersebut. Neymar pernah menjadi bagian dari tim ini namun saat ini dirinya tinggal sejarah. Ini merupakan keputusannya walau kami telah berusaha dengan keras untuk mempertahankannya.’’

‘’Kami pun selalu bertanggung jawab secara penuh atas setiap tindakan dan juga kami menghormati keputusannya walau sebenarnya tak setuju.’’

Usai Neymar pergi, Barca saat ini dipusingkan dengan mencari pengganti dirinya pada sisa bursa transfer di musim panas. Walau memiliki uang yang banyak hasil penjualan Neymar, bukan pekerjaan yang mudah untuk mencari pemain yang tepat bagi skuat.

Sampai saat ini nama-nama yang dihubungkan dengan Barca merupakan Philippe Coutinho, Ousmane Dembele, dan Paulo Dybala.

‘’Saat ini kami bakal mencari penggantinya. Uang 222 juta euro yang kami peroleh dari penjualan Neymar bakal digunakan dengan sebaik-baiknya,’’ ungkapnya.

Kepergian Bonucci Takkan Berpengaruh Besar Bagi Juve

Giorgio Chiellini menilai bila Juventus tidak bakal banyak terpengaruh dengan kepergian dari Leonardo Bonucci. Tim Bianconeri hanya perlu waktu untuk dapat menemukan pengganti dan juga kembali solid.

Bonucci sudah memutuskan untuk hijrah ke AC Milan. Bek yang pada saat ini berusia 30 tahun tersebut ditransfer senilai 42 juta euro.

Di dalam beberapa tahun yang terakhir, Bonucci merupakan bek tidak tergantikan pada Juventus. Bersama dengan Chiellini dan juga Andrea Barzagli, jadi mereka merupakan trio palang pintu yang disegani para penyerang Eropa.

Musim yang lalu, Bonucci kembali berperan penting bagi Juve. Dirinya mempersembahkan gelar Scudetto dan juga Coppa Italia, plus dengan membawa Juve ke babak final ajang Liga Champions.

Chiellini mengatakan bila Juve bakal beradaptasi dengan kepindahan Bonucci. Tetapi hal itu dipercaya tak bakal lama.

‘’Bonucci? (Andrea) Pirlo dan juga (Arturo) Vidal pun juga pergi, begitu juga (Paul) Pogba. Bakal perlu sedikit waktu untuk dapat beradaptasi dan juga anda mesti menunggu pemain yang baru (dapat klop),’’ ujar Chiellini.

Juve sudah mendatangkan Federico Bernardeschi, Douglas Costa, Mattia De Sciglio, dan Wojciech Szczesny pada musim panas ini. Chiellini menilai bila kepergian Bonucci bakal tertutupi dengan lini serang yang lebih baik.

‘’Mungkin kami bakal kehilangan sesuatu dari permainan kami, namun kami memiliki lini serang yang bagus. Mungkin (Miralem) Pjanic bakal ditarik sedikit ke baris belakang,’’ sebut bek berusia 32 tahun tersebut.

Juve sendiri menutup sesi pramusimnya dengan hasil kekalahan dari Tottenham Hotspur dengan skor 0-2. Chiellini pun menilai kekalahan malah bagus bagi Juve.

‘’Kami perlu tamparan pada wajah, untuk dapat membangunkan kami dari tidur. Tujuannya adalah merupakan supaya siap pada Supercoppa. Kami bakal jauh lebih baik saat ini daripada musim yang lalu,’’ lanjut Chiellini.

Juve sendiri bakal melawan Lazio pada ajang SuperCoppa Italia, hari Senin (14/8/2017). Baru usai itu mereka pun memulai persaingan pada ajang Serie A dengan melawan Cagliari, hari Sabtu (19/8) yang akan datang.

Pages:«123456789...49»

Jadwal Bank Offline

BCA-AL Mandiri - AL

BRI - AL BNI - AL

CIMB- AL

QR CODE AGEN LIGA

QR CODE AGENLIGA

Arsip Berita