BlackBerry Messenger AgenLiga
Browsing articles tagged with " Bandar bola online"

Penampilan Philippe Coutinho Tetap Gemilang

Kabar menarik tentang adanya salah satu pemain yang bagaimana pun juga pada performanya ia sangat tampil dengan percaya diri dan tentunya sangat one fire sekali meski brasil yang juga sudah gagal menang dalam pertandingan itu, Philippe Coutinho yang juga sudah kembali dalam menampilkan permainan yang gemilang dengan Bersama timnas brasil di Copa America 2019. Namun akan tetapi apa yang Sudah ia tampilkan masih juga belum cukup untuk memberikan brasil kemenangan yang layak.

Coutinho yang menjadi salah satu bintang Kemenangan brasil pada saat mereka telah berhasil mengalahkan Bolivia yang berada di Matchday pertama Copa America 2019.dan selain dari itu juga ia sudah menyumbangkan dua gol lesakkan untuk menganta Tim samba dengan memenangkan pertandingan itu dan skornya tersebut 3-0 tanpa adanya balasan gol dari tim lawannya itu tersebut.

Cukup kesal dan Sedih Coutinho yang juga sudah gagal dalam memberi sebuah moment kemenangan kedua buat negaranya. Brasil yang juga harus puas dalam diimbangi Venezuela dengan skornya 0-0 di Fonte Arena, yang juga sudah di selenggarakan pertandingan itu pada hari Rabu (19/6/2019).

Dan meski telah gagal dalam  memberikan tiga poin, gelandang yang berasal dari klub Barcelona itu justru tetap terlihat gemilang diantara para rekan-rekannya itu. Coutinho yang malahan telah berhasil dalam membikin gol pada saat di menit ke-87, namun akan tetapi pada saat wasit meganulirnya ataupun mengecheck hasil pertandingannya lewat Video Assistant Referee (VAR) karena duggan bola mengenai Roberto Firmino yang sudah berada di posisi Offside itu.

Coutinho yang juga sudah terpilih menjadi Man Of the match pada saat laga tersebut. Dan ini juga merupakan gelar man of the match kedua buat pesepakbola yang telah berusia 27 tahun itu dengan penampilannya yang sangat gemilang pada pertandingan itu.

Menurut dari Statistik whoscored. Coutinho menjadi pemain yang paling kreatif dan juga sangat berpengaruh pada daya serang brasil. Ia juga sudah membuat tiga key passes, enam umpan silang (Empat Akurat), dan dua tembakan.

Diego Simeone : Messi Hanya Butuh Dukungan Rekan Satu Timnya

Lionel Messi hingga sekarang ini masih belum bisa mempersembahkan trofi juara mayor kepada timnas Argentina. Diego Simeone menilai kalau Messi membutuhkan dukungan dan bantuan dari para rekan satu timnya yang lain.

Disebut sebagai salah satu pemain terbaik yang ada di dunia, Messi malah tidak pernah mampu mempersembahkan titel juara untuk timnas senior negara kelahirannya, Argentina. Mampu tampil sangat sukses bersama dengan Barcelona tidak mampu ditularkannya kepada timnas berjulukan La Albiceleste tersebut.

Peluang yang dimiliki Messi untuk mempersembahkan trofi juara untuk Tim Tango kembali lagi diuji dalam kompetisi Copa America tahun 2019 inni. Namun jangankan mempersembahkan titel juara, untuk lolos ke babak berikutnya saja Argentina sudah mulai diragukan mengingat kalau mereka sudah kalah satu kali didalam babak fase grup dari timnas Kolombia dengan skor 0-2.

Meskipun demikian, akan tetapi Simeone tidka meragukan kualitas dan kemampuan yang dimiliki oleh Messi dalam upayanya untuk membawa timnas Argentina menjadi juara. Akan tetapi pria yang sekarang ini melatih klub Atletico Madrid tersebut sangat yakin kalau Messi membutuhkan dukungan yang lebih banyak dari para rekan satu timnya di timnas.

“Messi bisa mendapatkan solusi kapan saja didalam pertandingan, namun dia membutuhkan bantuan dari tim,” kata Simeone.

“Semua pemain yang bermain dengan Messi harus bisa mengerti tentang potensi yang mereka miliki yang sangat besar dan juga itu berada didalam setiap kepribadian oleh setiap pemain.”

“Messi membutuhkans etiap pemain yang untuk tetap berada didala bentuk tim agar bisa merasa aman dan juga percaya pada saat mereka berada didekat dirinya.”

“Saya juga tidak ragu dengan kualitas dan juga kelas dari Messi dan juga dia akan mampu beradaptasi dengan semua situasi dikarenakan dia mau menang. Saya dapat melihat hal itu disetiap harinya di Spanyol,” lanjut pelatih asal Argentina tersebut.

“Tidak selalu mudah untuk bisa menang, meskipun kami percaya bahwa kami merupakan tim yang terbaik. Messi dapat bermain didalam formasi apapun dikarenakan dia selalu mau menang.

Luis Suarez Selalu Saja Menanti

Luis Suarez tidak masalah ketika Barcelona terus mencari penggantinya. Suarez sangat sadar bahwa dia tidak akan bisa terus bermain level terbaik. Neymar dikabarkan siap meninggalkan Paris Saint-Germain. Barcelona diklaim siap untuk membelinya lagi dengan harga plus fantastis menawarkan satu bintang. Barcelona diklaim akan menebus Neymar dengan dana 100 juta euro atau sekitar Rp 1,6 triliun. Adapun satu pemain yang akan disajikan ke PSG antara Ousmane Dembele, Ivan Rakitic, atau Samuel Umtiti, yang klausul pembebasannya masih di atas 100 juta euro. Ketentuan 100 juta euro dan satu pemain disebut permintaan PSG. Dan Barcelona dikabarkan juga menjajaki pembicaraan dengan sang raksasa Perancis mengenai transfer Neymar. Musim ini, Neymar mendapat banyak masalah di PSG. Mulai dari berita keributan dengan rekan setim, meninju penggemar, dan akhirnya dituduh memperkosa wanita, selain rentetan cedera yang diderita. Akhirnya, Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi mengutuk para pemain

tidak ingin total untuk klub. Selain itu, dia juga mengatakan Neymar akan datang ke Paris tanpa paksaan. Rumor transfer Neymar menguat musim ini panas ini. Les Parisiens dipanggil untuk siap melepas bintangnya jika ada memberikan penawaran fantastis. Barcelona, ??yang kabarnya masih mengincar itu, Media Brasil mengklaim Globo ESporte, siap mencurahkan dana yang fantastis. Tidak hanya uang, raksasa LaLiga juga akan menawarkan satu pemain. Striker Uruguay berusia 33 tahun pada Januari 2020. Suarez adalah pemain baru baru melewati musim kelima di Catalan sejak direkrut dari Liverpool musim panas 2014. Secara keseluruhan, Suarez telah memposting 177 gol plus 96 assist dalam 247 penampilan untuk Barca di semua kompetisi. Mantan pemain Ajax memenangkan sembilan medali kejuaraan utama termasuk merebut treble pada 2014/15. Namun sejak tahun lalu Barcelona terus dikaitkan dengan sejumlah pemain top termasuk Neymar dan Antoine Griezmann. Suarez santai saja menanggapinya. “Seorang pemain Barcelona harus siap kompetisi dan klub membawa tandem yang dapat mengikuti jejak Anda dalam beberapa saat. Kami semua ingin membantu klub, “kata Suarez dilaporkan oleh RAC1, yang diluncurkan oleh OneFootball.

Aku tidak mengatakan siapa yang harusbawa dan siapa yang tidak, lanjutnya.” Saya pikir klub harus melakukannya mendatangkan pemain baru, nomor sembilan, bukan hanya untuk bersaing dengan saya tetapi untuk masa depan klub karena saya juga menginginkan yang terbaik untuk masa depan klub. “Saya memikul tanggung jawab Saya menjawab karena saya berusia 32 tahun dan saya akan berusia 33 tahun tahun, “katanya.

BOBBY NASUTION SEPATU BOLA SAJA TIDAK PUNYA

Bobby Nasution membantah tertarik menjadi Sekjen PSSI. Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengaku tidak punya kemampuan mumpuni di sepakbola.

Sebelumnya beredar kabar Bobby, yang menikahi putri Jokowi Kahiyang Ayu, akan masuk dalam kepengurusan PSSI. Calon Ketua Umum M Iriawan kabarnya akan menunjuk Bobby sebagai Sekjen apabila terpilih.

“Ya itu tadi, sepatu bola saja saya enggak punya, main bola saja enggak pernah, jarang, nggak mungkin jadi pengurus PSSI, enggak lah,” kata Bobby saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Bobby mengatakan, dirinya tidak memiliki ide terkait dunia sepakbola untuk disumbangkan ke PSSI. “Daripada tidak ada ide yang saya sumbangkan, ngapain di PSSI,” katanya.

Bobby sendiri tak menilai negatif terkait beredar kabar dirinya akan menjadi Sekjen PSSI. Dia setuju dengan persepsi publik, yang menilai dirinya tak mumpuni mengurus PSSI.

“Ya isunya tentunya, tadi ada yang bilang melihat saya mampu, tentu pasti ada yang melihat saya kurang mampu. Ya saya setuju sama yang (bilang) kurang mampu. Karena saya anggap diri saya kurang mampu di PSSI,” katanya.

Untuk saat ini, Bobby menegaskan dirinya hendak lebih fokus di dunia usaha. “Bisnis aja. Lebih asik ngurusin bisnis. Saya lebih siap ngurusin bisnis,” katanya.

Berita lain,  Kandidat ketua umum PSSI Komjen (Pol) M Iriawanmemaparkan komitmennya untuk meningkatkan sepakbola nasional. Itu diungkapkan usai laga Indonesia vs Vanuatu.

Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule menyaksikan langsung laga Indonesia kontra Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (15/6/2019). Pria 57 ini disebut-sebut menjadi salah satu kandidat ketua PSSI yang baru.

Iriawan terlihat menyaksikan laga berbaur dengan penonton lain di tribun VVIP. Ia yang mengenakan jersey Indonesia juga tak segan berteriak ketika Tim Garuda mencetak gol.

Indonesia sendiri dalam laga tersebut berhasil meraih kemenangan 6-0 atas sang tamu. Usai pertandingan, Iwan yang tanyai wartawan mengaku sengaja menyempatkan menyaksikan tim Merah Putih berlaga.

Maurizio Sarri Pindah Ke Juve

Maurizio Sarri telah meninggalkan jabatannya sebagai manajer Chelsea untuk mengambil alih di Juventus sebagai pengganti Massimiliano Allegri. Pernyataan Chelsea mengatakan, kedua klub telah mencapai kesepakatan untuk penghentian awal kontrak Sarri dengan Chelsea FC yang memiliki dua tahun tersisa untuk berjalan dan berakhir atas permintaannya.

Keluarnya Sarri datang meskipun memimpin klub ke finish tiga besar dan sukses Liga Eropa. Chelsea juga nyaris gagal memenangkan Piala Carabao, karena mereka kalah dari Manchester City melalui adu penalti di final yang dibuat berkesan oleh penolakan penjaga gawang Kepa Arrizabalaga untuk diganti meski harus berjuang dengan cedera.

Pelatih asal Italia itu dibawa selama musim panas sebagai pengganti Antonio Conte, yang telah memenangkan Liga Premier dan Piala FA dalam dua musim yang bertanggung jawab sebelum jatuh cinta dengan hierarki klub dan beberapa pemain kunci. Pada bulan Mei Chelsea siap untuk mengabulkan permintaan Sarri untuk bergabung dengan Juventus. Kampanye 2018-19 adalah yang pertama mengelola Sarri di luar Italia, dan dia mengatakan dia merindukan rumah dalam apa yang telah menjadi tahun yang sulit.

Sarri belum memenangkan trofi utama ketika ia datang ke Chelsea, tetapi disewa oleh pemilik Roman Abramovich karena gaya permainannya yang menarik dan rekor mengesankan dalam tiga musim di Napoli. Dia datang bersama pemain tengah Jorginho, yang dia kelola di Napoli, sementara Chelsea juga merekrut Gonzalo Higuain, yang bermain di bawah Sarri di Napoli selama musim 2015-16 dengan kesepakatan pinjaman Januari yang menguntungkan.

Chelsea memulai kampanye dengan lima kemenangan beruntun di Liga Premier sebelum mengalami kemunduran di tengah musim – termasuk kekalahan 6-0 dari City. Namun, hasilnya meningkat terlambat dan mereka memastikan diri mereka finis di posisi empat.

Sarri menjadi manajer penuh waktu ke-10 yang pergi sebelum akhir kontraknya sejak Abramovich mengambil alih Chelsea pada Juli 2003. Pria berusia 60 tahun itu kembali ke tanah airnya untuk menggantikan Allegri, yang meninggalkan Juventus pada akhir musim setelah lima tahun bertugas.

Everton Ingin Menambah Derita MU

 

Everton mempunyai tekad untuk meneruskan derita Manchester United. Everton bakal merepotkan MU di akhir pekan ini. Kini MU sedang mengalami tren negatif saat bermain di pertandingan tandang. The Red Devils tercatat mesti menelan 4 kekalahan secara beruntun ketika mengunjungi markas lawan.

Terakhir, MU mesti takluk 0-3 ketika bertanding di kandang Barcelona di pertandingan leg II babak perempatfinal Liga Champions. Hasil itu sekaligus memastikan tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer tersingkir dari kompetisi nomor satu Eropa tersebut.

Di akhir pekan ini, MU tentu berniat untuk memutus rekor jelek mereka di pertandingan tandang ketika melawat ke Goodison Park pada hari Minggu (21/4/2019) untuk melawan Everton. Akan tetapi hal itu sepertinya tidak akan mudah diwujudkan oleh MU.

Soalnya Everton mempunyai rekor bagus saat bermain di Goodison Park. The Toffees mampu meraup 7 poin dari 3 pertandingan terakhirnya di kandang sendiri.

Yang lebih hebatnya, hal tersebut dilakukan tim asuhan Marco Silva itu saat melawan tim enam besar. Everton mampu menahan seri Liverpool 0-0 dan menang beruntun 2-0 atas Chelsea serta 1-0 atas Arsenal.

Silva sendiri mengatakan timnya siap untuk menjegal MU dan meneruskan hasil bagus di kandang. Manajer asal Portugal itu menyebut pertandingan ini akan sulit buat MU.

“Kalau kami sedang berada di level terbaik, ini bakal menjadi hal yang sangat sulit buat Manchester United. Kalau kami mendapatkan atau mencapai level yang sama dengan yang kami mainkan di dalam 3 laga kandang terakhir kami, maka itu akan berjalan sangat sulit buat mereka” ucap Silva.

Pada pertemuan pertama di musim ini, Everton mesti kalah 1-2 dari MU di Old Trafford. Silva pun berharap hasil itu tidak akan terulang di Goodison Park karena kondisi kedua tim saat ini sudah berbeda.

“Pelatih berbeda dan formasi berbeda. Mereka merubah formasi berkali-kali. Saat kami bermain menghadapi mereka di Old Trafford, pada saat itu kami mungkin kurang beruntung” sambung manajer berusia 41 tahun itu.

“Ini adalah situasi yang berbeda dan saya yakin 100% kami serta mereka akan kesulitan. Mereka bisa bermain dengan 6 atau 7 pemain berbeda di lini depan, semuanya dengan kualitas bagus. Gelandang mereka juga sangat kuat” lanjut Silva.

“Sekarang semua tergantung kepada kami untuk melakukan yang terbaik dan mencoba memenangkan laga” tuntas manajer kelahiran Lisbon, 12 Juli 1977 itu.

Pelatih Valencia Sebut Arsenal Favorit Juara Liga Eropa

Valencia maju ke semi-final Liga Eropa dengan mengalahkan Villarreal pada hari Kamis, mengadakan pertandingan dengan The Gunners.Pelatih Valencia Marcelino menegaskan tekanan akan ada pada Arsenal ketika timnya menghadapi The Gunners di semi final Liga Eropa.

Toni Lato dan Dani Parejo tepat sasaran untuk Los Che saat mereka mengalahkan Villarreal 2-0 pada hari Kamis untuk memastikan keberhasilan agregat 5-1 yang nyaman di delapan besar.Marcelino kurang terkesan dengan penampilan timnya di leg pertama, tetapi dihargai oleh penampilan dominan di Mestalla.

Pertemuan empat besar melawan Arsenal – dipimpin oleh pemenang Liga Europa tiga kali dan mantan bos Valencia Unai Emery – adalah hadiah mereka, dan Marcelino menegaskan tim Liga Premier harus dianggap sebagai favorit.

“Arsenal berjuang untuk masuk ke Liga Champions, dengan pelatih yang mengenal kami dengan sempurna, mereka adalah salah satu favorit,” kata Marcelino dalam konferensi pers.”Tapi apa pun bisa terjadi di semi-final. Pada saat yang sama, [final di] Baku masih jauh.” Valencia mengalami awal yang sulit untuk kampanye, tetapi tim Marcelino duduk hanya tiga poin dari empat besar di LaLiga, dengan final Copa del Rey melawan Barcelona akan datang.

“Kami bangga dengan penampilan skuad, kami berada di semi final dan final, dan kami satu kemenangan lagi dari urutan keempat,” tambah Marcelino.”Menang di Seville [melawan Real Betis pada hari Minggu] akan menempatkan kami dalam situasi yang sangat baik.”

Arsenal memang lebih di unggulkan ketika bertemu tim asal Spanyol tersebut, karena jam terbang yang lebih banyak dan di penuhi para pemain berpengalaman yang sangat penting dalam situasi laga seperti ini.

 

Erik Ten Hag Sang Arsitek Ajax

 

Angkat topi buat kiprah Ajax Amsterdam di Liga Champions musim ini. Tim-tim top sudah dikalahkan oleh tim besutan Erik Ten Hag itu untuk menjejakkan kakinya di babak semifinal.

Ajax berhasil melangkah ke babak semifinal Liga Champions di musim ini setelah menundukkan Juventus di Allianz Stadium pada hari Rabu (17/4/2019) dinihari WIB di leg II. Ketinggalan terlebih dulu setelah dijebol Cristiano Ronaldo, Ajax membalikkan keadaan lewat Donny Van De Beek dan Matthijs De Ligt.

Dengan kemenangan tersebut, Ajax pun melangkah dengan agregat 3-2. Kemenangan ini meneruskan tren positif De Godenzonen di Liga Champions.

Juventus menjadi korban Ajax sesudah klub raksasa lainnya, Real Madrid, pada babak 16 besar. Bahkan sebenarnya sejak di fase grup, tim asuhan Ten Hag itu sudah memperlihatkan potensi besarnya.

Bergabung bersama Bayern Munchen, Benfica dan AEK Athena, Ajax lolos tanpa kekalahan walaupun mesti puas berada di peringkat 2. Klub asal Belanda itu meraih 3 kemenangan dan 3 kali seri, finis dengan 12 poin dan ketinggalan 2 poin dari Die Roten.

Atas kiprah Ajax ini, Ten Hag pun patut mendapatkan kredit besar. Bagaimana tidak, murid Josep Guardiola itu berhasil memaksimalkan tim muda yang dimilikinya (rata-rata usia Ajax 24,1 tahun) untuk bertarung dengan tim-tim yang berisikan pemain bintang dan berpengalaman seperti Munchen, Madrid dan Juventus.

Ya, Ten Hag dapat disebut sebagai anak didik Guardiola. Keduanya bertemu di Munchen pada tahun 2013. Munchen tertarik dengan Ten Hag setelah melihat kiprah si pelatih bersama Go Ahead Eagles pada musim 2012/2013, kemudian menjadikannya sebagai pelatih Bayern Munchen II alias tim reserve.

Sementara Guardiola ditunjuk sebagai pelatih tim utama di saat yang bersamaan. Peluang bekerjasama dengan Guardiola inilah yang lantas memoles Ten Hag.

“Saya belajar banyak dari Josep Guardiola. Filosofinya itu amat sensasional, yang dia lakukan sewaktu di Barcelona, Bayern Munchen dan sekaran Manchester City. Gaya menyerang nan atraktif membuat Guardiola memenangkan banyak hal” kata Ten Hag.

“Struktur inilah yang coba saya terapkan bersama Ajax Amsterdam” tambah pelatih berusia 49 tahun itu.

Salah satu ilmu terbesar yang diperoleh Ten Hag dari Guardiola adalah fleksibilitas taktik. Ten Hag biasanya memainkan skema 4-3-3 atau 4-2-3-1, namun sangat dinamis di dalam praktik di atas lapangan. Dalam riwayat melatihnya, pelatih kelahiran Haaksbergen, 2 Februari 1970 itu tidak ragu-ragu memainkan formasi 4-4-2 berlian bahkan pola 5-3-2.

Selain hal itu, pendekatannya kepada para pemain juga menarik dan begitu detail. Ten Hag amat mementingkan aspek mental. Ten Hag akan memperhatikan reaksi-reaksi para pemainnya terhadap sebuah insiden negatif, misalnya kehilangan bola, pelanggara atau saat kebobolan.

Dari hasil pengamatan ini, Ten Hag bakal menerapkan pendekatan yang dinilai tepat untuk setiap pemain berdasarkan reaksinya. Dari sanalah muncul sesi latihan yang intensif dan panjang, yang bahkan sering dirasa membosankan oleh para pemainnya.

Maka tidak heran jika Ajax yang  rata-rata usianya termuda di antara perempatfinalis, memiliki kematangan untuk bersaing dengan tim seperti Madrid dan Juventus. Ajax bahkan selalu memulai leg II dalam posisi yang tidak menguntungkan, ketinggalan 1-2 dari Madrid, kalah gol tandan dari Juventus setelah berimbang 1-1 di Amsterdam.

Yang menarik adalah Ten Hag masih berkesempatan melawan sang mentor, Guardiola di semifinal. Kalau City mampu membalikkan ketertinggalan 0-1 melawan Tottenham Hotspur, maka Ten Hag vs Guardiola akan terwujud di babak semifinal.

Kalau itu terjadi, kira-kira siapa yang bakal menang? Ten Hag atau Guardiola?

Meski Picu Kontroversi, UEFA Percaya Kinerja VAR Sudah Oke

Video Assistant Referee (VAR) mengundang banyak kontroversi di setiap laga contohnya antara babak 16 besar Liga Champions antara Real Madrid melawan Ajax hari Kamis (14/2) lalu. Namun bagi federasi tertinggi Eropa, UEFA, kinerja teknologi tersebut sudah sangat layak di acungi jempol.

Debut VAR di mulai dalam laga yang mempertemukan Manchester United dengan Paris Saint Germain hari Rabu (13/2) dini hari kemarin. Pertandingan itu sendiri, juga merupakan laga antara Porto melawan AS Roma yang berlangsung di hari yang sama, berjalan dengan sangat mulus.

Namun pada hari selanjutnya, VAR sudah mengundang reaksi negatif dari berbagai kalangan. Sebab klub raksasa Spanyol, Real Madrid, di sebut tengah di untungkan oleh teknologi tersebut sehingga mampu mengalahkan Ajax Amsterdam.

Senang dengan Kinerja VAR

Kontroversi terjadi saat wasit menduga bahwa gol Ajax Amsterdam yang telah di ciptakan oleh Nicolas Tagliafico di babak pertama. Setelah melihat tayangan ulang VAR, ia menganggap bahwa Tagliafico beserta pemain lainnya, Dusan Tadic, berada dalam perangkap offside.

Namun publik meyakini bahwa keputusan wasit merupakan suatu keputusan yang salah, sebab dalam tayangan ulang keduanya berada dalam posisi yang sah. Hal itu menjadi bahan perbincangan hingga akhirnya istilah ‘Video Assist RealMadrid’ terucapkan.

Namun UEFA, di wakili oleh kepala petugas wasit Roberto Rosseti, tidak merasa ada yang salah dengan VAR. Bahkan, ia meyakini teknologi tersebut sudah menunjukkan kinerja yang baik.

“Saya sangat senang dengan bagaimana VAR diimplementasikan. Teknologi itu bekerja dengan sempurna, dan tim wasit bekerja pada level yang sangat tinggi. Itu menunjukkan hasil kerja keras yang telah kami lakukan,” ujar Rosseti seperti yang di kutip dari Goal.

Keputusan Wasit Sudah Tepat

Lebih lanjut, Rosseti meyakini bahwa wasit dalam laga antara Real Madrid melawan Ajax telah mengambil keputusan yang tepat. Ia menganggap Tagliafico beserta Dusan Tadic berada pada posisi offside dan mengganggu kiper Los Merengues, Thibaut Courtois.

“Ini sudah sejalan dengan protokol VAR dan pembatalan gol sudah benar, serta pemberian tendangan bebas tak langsung untuk offside itu,” tandasnya.

Pertandingan tersebut berakhir dengan kedudukan 2-1 untuk Real Madrid. Gol sang juara bertahan Liga Champions itu diciptakan oleh Karim Benzema dan Marco Asensio, sedangkan Ajax hanya mampu membalasnya melalui aksi Hakim Ziyech.

Ketimbang Juventus, De Ligt Disarankan Berduet dengan Van Dijk di Liverpool

Rene van der Gijp, Mantan pemain timnas Belanda, yang memberikan saran kepada Matthijs De Ligt agar ia lebih baik bergabung dengan Liverpool di musim depan. Sebab menurutnya, bek muda Ajax Amsterdam itu akan lebih baik jika berduet dengan Virgil van Dijk.

De Ligt yang menjadi buruan banyak tim besar Eropa berkat penampilannya bersama Ajax Amsterdam di musim lalu. Selain itu, pertimbangan umur yang baru menginjak 19 tahun membuat klub klub lainnya menganggap De Ligt sebagai investasi yang brilian.

Berkat performa apiknya, De Ligt pun mendapatkan penghargaan Golden Boy di tahun 2018 lalu. Mengalahkan Kylian Mbappe yang sukses meraih banyak prestasi gemilang baik bersama Timnas Prancis maupun Paris Saint Germain.

Berduet dengan Van Dijk

Karakter yang kuat di jantung pertahanan membuat Juventus melihat De Ligt sebagai suksesor sang kapten, Giorgio Chiellini. melalui manajer umum Edwin van der Sar, juga pernah mengkonfirmasi ketertarikan Bianconeri terhadap pemainnya tersebut.

De Ligt di yakini dapat menimba banyak ilmu di Italia yang di kenal sebagai penghasil bek-bek berkualitas. Namun van der Gijp merasa bahwa De Ligt lebih baik melanjutkan karirnya di Liverpool guna berduet dengan pemain Timnas Belanda, Van Dijk.

“Akan menjadi sesuatu yang hebat bagi sepak bola Belanda bila kedua pemain itu bermain bersama untuk lima atau enam tahun lamanya,” tutur van der Gijp kepada Voetbal Primeur.

“Lalu, anda akan mendapatkan perpaduan bek sentral terbaik di Eropa,” lanjutnya.

Harus Bergerak Cepat

Jika Liverpool tertarik, jelas mereka wajib bergerak lebih cepat. Sebab Juventus sudah mengambil ancang-ancang lebih dulu. Sang direktur, Fabio Paratici, disebut sempat terlihat di Johan Cruijff ArenA untuk memantau performanya melawan Real Madrid hari Kamis (14/2) lalu.

Selain itu, Barcelona juga di kabarkan berminat untuk mendapatkan tanda tangan bek bernomor punggung 4 tersebut. Apalagi, mereka baru saja sukses mengamankan jasa Frenkie De Jong yang merupakan rekan setim De Ligt.

Pages:1234567...51»

Jadwal Bank Offline

BCA-AL Mandiri - AL

BRI - AL BNI - AL

CIMB- AL

QR CODE AGEN LIGA

QR CODE AGENLIGA

Arsip Berita