BlackBerry Messenger AgenLiga
Browsing articles tagged with " Agen casino online"

Paul Pogba dapat memimpin Manchester United ke ‘hal-hal besar’

Pemain berusia 23 tahun baru-baru ini menyetujui kontrak lima setengah tahun baru di Old Trafford dan akan berharap untuk terlibat ketika United melakukan perjalanan ke Fulham di Liga Premier pada hari Sabtu, langsung di Sky Sports. Martial sekarang ingin membawa trofi ke klub dan percaya rekan internasional Prancis Pogba yang telah berkembang di bawah manajer sementara Ole Gunnar Solskjaer – dapat memimpin klub menuju kesuksesan. Kita semua tahu kualitas apa yang dimiliki Paul – Paul adalah Paul, “kata Martial kepada Sky Sports. Sekarang dia telah mendapatkan kebebasan untuk bermain dengannya, saya pikir kita mulai melihat permainan Paul Pogba yang asli dan mari kita berharap itu berlanjut. Dia adalah seorang pemimpin, dia berbicara lebih banyak di ruang ganti daripada yang dia lakukan di lapangan untuk bersikap adil. Secara teknis dan dengan kata yang diucapkan, dia adalah pemimpin dalam kedua pengertian. Saya berharap dia dapat terus memimpin kita untuk hal-hal besar.

Saya tidak berpikir kami sangat jauh dari empat besar sekarang jadi itu hanya kasus terus berjalan, memenangkan pertandingan sebanyak yang kami bisa sehingga kami dapat memastikan tempat di tempat-tempat Liga Champions pada akhir musim. Setiap pesepakbola akan mengatakan hal yang sama, [tujuan saya] untuk memenangkan sebanyak mungkin gelar dan trofi, sebanyak mungkin penghargaan dan juga sangat penting untuk terus berkembang, maju dan berkembang sebagai pemain selama bertahun-tahun. Saya akan menggambarkan periode [sejak Martial berada di United] sebagai benar-benar memperkaya saya sebagai pribadi dan pemain bola. Mereka telah bertahun-tahun yang baik, saya telah belajar banyak dan saya berharap bahwa saya dapat terus mendorong dalam beberapa tahun ke depan juga. Para penggemar dan saya memiliki hubungan yang cukup istimewa sejak musim pertama saya dan untungnya, itu terus berlangsung hingga sekarang. Saya berharap itu berlanjut ke masa depan dan mari kita berharap bersama-sama, kita bisa memenangkan trofi dan trofi.

Liverpool Terperosot Malah Dibilang Tegang, Kenapa Manchester City Tidak?

Manchester City mendapatkan peristiwa untuk menyusul Liverpool di Premier League. Namun di lain sisi, empat laga miliki kekuatan menghambat The Citizens.

Kegagalan Liverpool menang di markas West Ham United, Selasa (5/2/2019) kemarin memberikan angin fresh untuk City. Jarak dengan Liverpool di puncak klasemen saat ini cuma tiga poin saja.

City bahkan juga dapat juga menyusul Liverpool jika bisa menaklukkan Everton, Kamis (7/2) pagi hari WIB nantinya. Pertandingan ini ialah laga minggu ke-27 yang dimajukan, karena City akan bertanding di final Piala Liga Inggris pada 24 Februari.

Lewat Liverpool akan jadi satu langkah maju dalam usaha City mengawasi gelar Premier League. Tapi mereka mengerti sisa musim masih panjang dan banyak hal bisa berjalan.

Gelandang City Ilkay Guendogan mengatakan satu tentang yang miliki kekuatan menguntungkan Liverpool adalah agenda padat yang perlu ditempuh timnya. City saat ini masih aktif di empat laga.

Bukan sekedar melihat final Piala Liga Inggris, tim garapan Pep Guardiola ini juga harus tetap berkiprah di dua pertandingan yang lainnya yakni Piala FA dan Liga Champions. Sekejap Liverpool hanya perlu lakukan dua laga, yakni Premier League dan Liga Champions.

“Mungkin itu akan jadi satu keuntungan untuk mereka, entahlah lah. Ini tidak bisa kami ubah sekarang ini. Mereka harus mainkan pertandingan mereka dan kami harus mainkan punya kami,” tutur Guendogan diambil Sky Sports.

“Waktu Anda harus lari di jalannya musim, Anda tidak pikirkan banyak hal. Anda cuma masuk lapangan dan bermain. Waktu Anda tidak punya banyak pikiran, Anda bisa sering menang. Demikian yang saya alami waktu kami bisa juara di Dortmund, titel liga itu.”

“Kami punya keuntungan karena hanya bermain Sabtu, Sabtu, Sabtu, dan minggu kosong diantaranya. Dia dalam kondisi yang sama dengan Liverpool sekarang ini, hanya Premier League serta Liga Champions,” paparnya.

Bagaimana Untuk Kali Ini? Dimana Sebelumnya City Pernah Kalah Telak Di Goodison

Manchester City akan tandang ke markas Everton di Liga Inggris pagi hari kelak. Kandang Everton, Goodison Park, sempat mendatangkan mimpi jelek untuk City.

City akan mainkan laga minggu ke-27 Liga Inggris di Goodison Park, Kamis (6/2/2019) pagi hari WIB. Kemenangan di laga ini dapat mengantarkan The Citizens ke puncak klassemen.

Akan tetapi City miliki ingatan jelek di Goodison Park. Dua musim kemarin –musim pertama Pep Guardiola bersama dengan City– mereka sempat kalah mutlak 0-4 dari The Toffees.

Dalam laga yang dimainkan pada Januari 2017 itu, City kebobolan di set pertama melalui gol Romelu Lukaku. Di paruh ke-2, mereka kemasukan tiga gol sekaligus juga.

Akan tetapi City bisa hasil lebih baik di Goodison Park pada musim kemarin. David Silva dkk menang 3-1 atas tuan-rumah, Everton.

Guardiola mengaku lawatan ke Goodison Park tidak akan gampang untuk City. Meskipun begitu, dia optimis memandang duel kesempatan ini sebab timnya telah lebih menyatu dibanding dua musim kemarin.

“Goodison Park tetap berat buat kami. Kami akan kesana, coba tampil bagus, serta tentunya memenangkan laga. Kami miliki kans untuk ke puncak klassemen sebab Liverpool tidak bermain,” tutur Guardiola seperti dikutip Sky Sports.

“Telah lama kami kalah disana. Saya tidak kesana dengan pikirkan masalah tahun pertama, kami tampil spesial disana pada tahun ke-2. Tiap-tiap laga itu berlainan.”

“Saya pikir kami tambah lebih baik dibanding musim kemarin sebab kami miliki semakin banyak waktu bersama, tetapi pada saat bertepatan kita akan lihat besok kami mainkan laga dengan kemauan yang seperti apakah,” tuturnya.

Kemenangan atas Everton dapat membawa City menggusur Liverpool dari puncak klassemen. City sekarang ini miliki 59 point, ketinggalan tiga angka dari Liverpool, serta miliki beda gol lebih baik.

Hazard Telah Mengambil Keputusan Terkait Masa Depannya

Eden Hazard pada akhirnya mengambil sebuah keputusan mengenai masa depannya yang sering sekali dipertanyakan akan tetap bertahan bersama dengan Chelsea atapun pergi ke Real Madrid.

Setelah kompetisi Piala Dunia 2018 yang lalu, Hazard mengungkapkan keinginanya untuk bergabung bersama dengan Real Madrid. Setelah pernyataan tersebut dikemukakan olehnya, Hazard lantas juga mengeluarkan sejumlah pernyataan yang tidak konsisten dari mulutnya.

Dia sempat engatakan kalau dirinya ingin merasakan tantangan yang baru dengan bergabung dengan Madrid, akan tetapi pada kesempatan yang lain juga dia menyebut kalau dirinya ingin tetap menghormati Chelsea dan juga akan siap untuk memberikan yang terbaik bagi tim yang hingga sekarang ini masih dia perkuat. Hazard juga sebelumnya pernah mengatakan kalau dirinya tidak akan pergi tanpa adanya persetujuan dari pihak manajemen The Blues.

Namun belakangan ini Maurizio Sarri lantas menyerahkan semua keputusan kepada si pemain. Hazard dinilai oleh manajer klub Chelsea tersebut seharusnya dapat membuat sebuah keputusan terkait dengan masa depannya sendiri.

Pemain gelandang serang yang berasal dari Belgia tersebut pada akhirnya telah mengambil keputusan. Didalam sebuah acara wawancara bersama dengan media yang ada di Inggris, dia mengaku bahwa dirinya sudah tahu apa yang nantinya akan dia lakukan pada saat akhir musim. Namun dia masih belum mau menyebutkan apa yang nantinya akan menjadi keputusannya.

“Apa yang harus saya lakukan nantinya sudah saya ketahui. Saya telah mengambil keputusan mengenai masa depan saya,” katanya.

Pada musim ini, Hazard sendiri merupakan pemain yang paling tajam untuk Chelsea yang dimana dia mampu melesatkan sebanyak 15 buah gol dan memberikan 10 assist dari semua total pertandingannya disemua kompetisi. Sejatinya kontra pemain asal Belgia tersebut juga baru akan berakhir pada saat musim panas tahun 2020 yang akan datang.

Berkat performa apiknya tersebut Chelsea sendiri sekarang ini mampu menduduki peringkat keempat klasemen sementara meskipun tertinggal 12 angka dari Liverpool yang ada dipuncak klasemen dan unggul dua angka dari Arsenal yang ada diurutan kelima klasemen sementara Premier League.

 

Guardiola Sebut MU Masih Ada Dalam Persaingan

Persaingan untuk menjuarai kompetisi Premier League tidak hanya milik Manchester City dan juga Liverpool saja. Josep Guardiola selaku manajer klub Manchester City menilai kalau rival satu kotanya, Manchester United masih memiliki kans untuk memenangkan titel juara.

Selisih dengan enam tim yang ada di peringkat enam besar klasemen sementara kompetisi Liga Inggris sekarang ini memang tidaklah terlalu lebar. Dari Liverpool yang berada dipuncak klasemen sementara sampai dengan Arsenal yang berada diurutan keenam, semuanya hanya terpaut 15 poin saja.

Dengan masih ada sebanyak 39 angka lagi yang masih berkemungkinan bisa didapatkan oleh setiap tim, apapun saja dapat terjadi didalam 13 pertandingan didalam kompetisi Premier League. Kebangkitan yang dimiliki oleh Manchester United bersama dengan Ole Gunnar Solskjaer mereka mambuat Guardiola menilai kalau mereka memiliki kans untuk menjadi juara. Meskipun demikian, begitu juga dengan Tottenham Hotspur yang juga sempat merebut peringkat kedua di tangan City.

“Saya sama sekali tidak pernah mengatakan Tottenham tidak berada didalam persaingan untuk menjadi juara. Saya juga tidak pernah mencoret lima ataupun enam tim yang berada diperingkat teratas dan juga MU memenangkan laga setiap pekan. Mereka juga akan disana dan juga menjadi persaingan untuk menjadi juara,” kata Guardiola.

Potensi perubahan Klasemen yang masih memiliki peluang terlebar. Sementara pada sisi musim ini, Si Merah, masih berhadapan melawan MU, Chelsea, Tottenham Hotspur. Sedangkan Manchester City yang juga masih menghadapi pertandingan berat menghadapi Chelsea, Tottenham dan juga Setan Merah.

“Kita sendiri melihat klasemen dan juga melihat posisi kedua ataupun ketiga teratas dan kemudian mengatakan mereka dapat menjadi juara dan kita tidak melihat terlalu jauh dari itu. Andai saja Chelsea meraih kemenangan yang beruntun mereka dan juga penantang juara.”

“Semuanya ada disana dan menjadi persaingan juara. Selisihnya juga tidak terlalu besar. Dengan terolehan 39 angka tentu dapat didapatkan dan ketinggalan sembilan ataupun 10 angka tidak terlalu banyak. Lihat saja Premier League yang sekarang ini dan setiap tim berhasil meraih angka,” tuntas pelatih yang pernah melatih Barcelona dan Bayern Munich tersebut.

MU Dinilai Solskjaer Lebih Mudah Dilatih Daripada Cardiff

Ole Gunnar Solskjaer mengungkapkan kalau Manchester United yang sekarang ini lebih mudah untuk menangani Cardiff City sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan secara kultur, Solskjaer memang lebih mengenal MU.

Setan Merah memperlihatkan performa yang sangat luar bisa semenjak kedatangan Solskjaer. Pola dari permainan yang menyerang dan jga dikembangkan oleh pelatih berkebangsaan Norwegia mampu untuk membuat The Red Devils tampil dengan sangat tajam.

Ada sebanyak 25 buah gol mampu diciptakan oleh Manchester United didalam 10 pertandingan laga di dalam asuhan Solskjaer, sedangkan mereka hanya kebobolan sebanyak tujuh buah gol saja. Mereka juga masih belum tersentuh kekalahan dan juga sembilan kemenangan dan hanya mereka satu kali saja bermain imbang.

Padahal Solskjaer sebelumnya sangatlah diragukan dikarenakan mereka dia memiliki cacatan yang buruk pada saat melatih Cardiff. Dia tidak mampu membantu Cardiff terhindar dari degradasi pada saat musim 2013/2014 yang lalu yang dimana pada saat itu mereka finis pada peringkat terakhir.

Didalam 30 pertandingan bersama dengan The Bluebird, dia hanya mampu mencatatkan sembilan kemenangan saja, lima kali imbang dan kalah sebanyak 16 kali.

“Akan lebih mudah lagi disini dikarenakan saya sudah tahu DNA dan juga identitas Manchester United dan juga seperti apa yang para pemain Manchester United itu.”

“Adalah indentias pemenang tersebut membutuhkan kepercayaan diri yang ada disini. Kami juga mau mengambil resiko. Kami juga mau mengejar gol yang kedua, ketiga serta keempat dikarenakan begitulah kami dapat melakukannya bersama Manchester United. Jika Anda tak dapat menanganinya, tentu saja Anda harus berada didalam klub yang salah,” kata Solskjaer.

Pria yang sekarang berusia 45 tahun ini dapat mengakui kegagalannya di Cardiff dikarenakan dia tidak siap untuk menghadapi persaingan yang ada di papan bawah. Didalam situasi tersebut, dia menerapkan gaya yang tidak tetap.

“MU tentu saja lebih cocok bagi saya dikarenakan klub yang telah berjuang di papan bawah. Saya juga tidak siap untuk pertarungan tersebut. Saya juga tidak mengatakan kalau saya tidak siap bagi Premier League. Akan tetapi hal tersebut berbeda,” ujar Solskjaer.

Liverpool, Saksikan Permainan Manchester City Melawan Arsenal

Pep Guardiola menyebar psywar pada Liverpool. Dia janji akan membuat Manchester City tampil cantik waktu melawan Arsenal untuk memberi desakan.

City akan melayani Arsenal di Etihad Fase pada minggu ke-25 Liga Inggris, Minggu (3/2/2019). The Citizen berkemauan selalu mendesak Liverpool di puncak klassemen.

Sekarang ini City masih tetap ada di rangking tiga dengan 56 point, terpaut lima angka dari Liverpool. Misal menang menantang Arsenal, Sergio Aguero dkk akan mengoleksi 59 point serta kembali pada tempat dua, menggeser kembali Tottenham Hotspur (57) sekaligus juga mendesak Liverpool yang baru akan melawan West Ham United pada Selasa (5/2).

Guardiola menjelaskan, City bukan hanya akan mendesak Liverpool dari sisi perolehan point. Dia akan membawa timnya tampil oke waktu melawan Arsenal, supaya sang lawan terasa tertekan.

“Ini bukan masalah point, ini ialah bagaimana Anda bermain Seseorang manajer duduk melihat laga kami di TV serta saat lihat begitu bagusnya kami, itu ialah desakan terunggul,” kata Guardiola seperti dikutip BBC.

City sendiri akan masuk periode repot dengan akan kembali berlaga melawan Everton pada Kamis (7/2) serta Chelsea pada Minggu (10/2). Guardiola berkemauan mencapai banyak point dari laga-laga itu, sesudah sudah sempat kalah dari Newcastle United 1-2 tengah minggu kemarin.

“Bila Anda ingin jadi kompetitor yang sebetulnya, Anda mesti mencapai banyak point. Ini minggu yang terpenting, tapi sesudah minggu ini, bila kami masih tetap disana, jadi laga selanjutnya akan terpenting,” lanjut Guardiola.

 

“Kesenangan ialah saat dapat bermain sebaik-baiknya serta memenangi laga. Sesudah itu, titel bisa menjadi akhirnya. Bagaimana kami menang dari ketinggalan? Apakah yang perlu kami kerjakan? Hanya satu langkah ialah konsentrasi. Saat kami menang, kami tetap ingin mengkaji beberapa hal jelek yang sudah kami kerjakan serta beberapa hal sebaiknya pun,” tutur manajer asal Spanyol itu.

Alasan Penampilan Manchester Ciy Naik Turun

Manchester City mulai kendur terakhir. Manajer City, Pep Guardiola, menyebutkan laju inkonsisten itu bukan sebab mereka tidak mempunyai pemimpin di lapangan.

City mulai tunjukkan laju turun naik akhir-akhir ini. Menang atas Huddersfield Town 3-0, akan tetapi lalu gagal di tangan Newcastle United 1-2. Kekalahan dari Newcastle itu jadi kekalahan ke empat di liga musim ini sesudah 15 minggu awal tidak ternoda hasil negatif.

Rangking City di papan klassemen juga tidak kembali di nomer satu semenjak minggu k1-16. The Citizens membiarkan Liverpool menggantikan tempat mereka.

Banyak pihak memandang kekalahan-kekalahan City disebabkan ketiadaan pemimpin di lapangan. Betulkah?

“Kami mempunyai banyak pemimpin, figur yang beberapa langkah di muka waktu keadaan jelek. Serta itu dikerjakan berkali-kali. Figur itu ialah mereka yang mempunyai potensi berkomunikasi serta bicara. Potensi itu hadir dari si pemain sendiri,” kata Guardiola seperti diambil Four Four Two.

“Saya tidak akan memerintah pemain pemalu, yang mainkan banyak ciri-ciri di lapangan akan tetapi pendiam di luar lapangan serta tidak banyak bicara,”Kamu mesti ngomong.” Itu datangnya dari si pemain sendiri,” ia memberikan.

“Itu kembali pada semasing orang. Saya jelaskan,”City, tidak memilliki figur yang semacam itu. Saya pikir kami dapat lakukan lebih dari itu, tentunya saya pentingnya, tetapi saya pikir kami mempunyai figur pemimpin kok,” pernyataan nya seperti mana yang sudah berhasil di lansir oleh media setempat.

Paling dekat, City akan melawan pertandingan yang relatif seru. Mereka melayani Arsenal, Minggu (3/1). Bila memenangkan pertandingan itu, mereka akan kembali pada tempat ke-2 di papan klassemen, melompatu Tottenham Hotspur yang telah habiskan 25 laga.

Molde Ingin Solskjaer Untuk Terus Melatih Manchester United

Ole Gunnar Solskjaer di dukung penuh Molde waktu ditawari jadi manajer interim Manchester United. Solskjaer bahkan juga disuruh janganlah pulang dahulu ke Norwegia.

Sesudah ditunjuk menukar Jose Mourinho, Solskjaer menghidupkan MU kembali. Setan Merah tidak terkalahkan dalam sembilan laga berturut-turut, yang delapan salah satunya berbuntut kemenangan termasuk juga menaklukkan Tottenham Hotspur serta Arsenal.

Laju positif MU ikut jadi audisi buat Solskjaer untuk memperoleh pekerjaan menjadi manajer permanen. Masalahnya manajemen club masih tetap meyakini jika Mauricio Pochettino (Tottenham) adalah manajer yang sangat pas untuk Paul Pogba cs pada musim depan. Zinedine Zidane, serta Diego Simeone (Atletico Madrid) disebutkan pun jadi pilihan lainnya.

Dua pemilik Molde Kjell Inge Rokke serta Bjorn Rune Gjelsten tahu benar jika melatih MU tetap jadi mimpi pria berumur 45 tahun itu. Solskjaer jangan pernah melupakan kesempatan kali ini, sekalinya Molde beresiko kehilangan ia misal dipermanenkan.

“Saat saya menelpon pemilik club serta katakan jika United menyebut saya serta ia tetap tahu jika ini tetap jadi mimpi saya, ia katakan: ‘Pergi sana, nikmati dirimu — serta tolong janganlah pulang.’ Ke-2 pemilik club menginginkan yang terunggul buat saya sebab mereka mengetahui jika ini ialah yang diimpikan saya,” Solskjaer menjelaskan diambil Telegraph.

. “Memperoleh suport dari mereka ialah perihal yang fenomenal. Jika saya pulang ke Molde, saya akan lakukan yang terunggul buat mereka tetapi bergantung kapan saya akan kembali.”

“Selama ini sich fantatis. Semoga saya selekasnya berjumpa dengan keluarga saya sebab hanya ini kekurangan pekerjaan ini,” simpul pemilik julukan Baby Faced Assassin itu.

Sesudah imbang dengan Burnley 2-2, Solskjaer akan pimpin MU waktu berkunjung ke markas Leicester City malam hari ini (3/2/2019). MU berkesempatan melalui Arsenal di posisi ke lima, mengingat The Gunners akan melawan pertandingan berat menantang juara bertahan Manchester City.

Muhammad Fadli: Meraih Keberhasilan, Menaklukkan Rintangan

Muhammad Fadli pernah membuktikan ia bisa jadi raja balap motor. Setelah satu kaki hilang, ia tetap bisa jadi yang terbaik di lintasan. Fadli adalah salah satu pebalap motor terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Namun kiprahnya di dunia balap akhirnya terkendala oleh kecelakaan yang dialami pada 7 Juni 2015.

Tiga tahun berselang, Fadli kembali berada di podium tertinggi. Fadli berhasil meraih medali emas Asian Para Games di nomor individual pursuit 4000 meter C4.

Fadli tak lagi memacu gas di lintasan, melainkan ia mengayuh pedal sepeda di velodrome balap sepeda. Ia mengendalikan sepeda dengan bantuan kaki palsu yang ada di kaki kirinya.

Selain meraih emas di nomor tersebut, Fadli meraih perak di nomor time trial dan perunggu di nomor team sprint.

Catatan satu emas, satu perak, dan satu perunggu membuat Fadli menjadi salah satu atlet yang melejit di ajang Asian Para Games 2018.

Untuk bisa berdiri di podium tertinggi, jalan terjal harus dilalui oleh Fadli. Memang hanya berjarak tiga tahun dari kecelakaan, namun prestasi tinggi itu terasa datang cepat karena besarnya tekad dalam diri Fadli.

Beberapa minggu setelah kecelakaan, anak saya lahir. Dia adalah penyemangat. Saya bertekad harus bisa kembali berjalan sebelum anak saya bisa berjalanSetelah enam bulan terbaring di rumah sakti, Fadli memutuskan untuk melakukan amputasi setelah sejumlah proses untuk mengembalikan fungsi kaki kirinya terus menemui kegagalan.

Dengan kaki palsu di kaki kiri, Fadli terus berusaha kembali ‘normal’. Ia belajar lagi berjalan, mengendarai mobil, dan akhirnya memutuskan kembali ke dunia atlet, kali ini lewat para cycling.

Ketua PB ISSI, Pak Raja Sapta Oktohari menawari saya untuk ikut Kejuaraan Asia Para Cycling. Jadi sejak awal tahun 2017 saya berlatih lebih intensif untuk menghadapi kejuaraan itu,” kata pria berusia 34 tahun itu

Ia berlatih mengayuh sepeda di Sirkuit Sentul, tempat yang membuatnya teringat akan kejadian yang membuat kakinya kirinya hilang. Motivasi dan semangat luar bisa membuat Fadli melewati segala ujian yang datang dengan senyuman dan keikhlasan.

Fadli melakoni debutnya di dunia balap sepeda saat mengikuti gelaran paracycling di Kejuaraan Asia 2017. Tak butuh waktu lama, Fadli membawa pulang satu perak dan satu perunggu dari ajang ASEAN Para Games 2018.

Momen itu kemudian membuat Fadli makin percaya diri. Ia terus mempersiapkan diri demi menyambut Asian Para Games.

Fadli lalu berhasil merebut medali emas ke-25 buat Indonesia di ajang Asian Para Games 2018 pada nomor individual pursuit 4.000 meter C4 putra di Stadion Velodrome, Jakarta, Jumat (12/10).

Di nomor 4.000 meter C4 putra, Fadli mengalahkan atlet Malaysia Mohd Najib di babak final untuk meraih titel juaranya usai mencatatkan waktu tercepat, 5 menit 03,605 detik.

Fadli telah menunjukkan bahwa tak ada kata mustahil untuk sebuah keberhasilan, namun tentunya hal itu harus diiringi kerja keras, motivasi, dan kepercayaan diri

Pages:«1234567...30»

Jadwal Bank Offline

BCA-AL Mandiri - AL

BRI - AL BNI - AL

CIMB- AL

QR CODE AGEN LIGA

QR CODE AGENLIGA

Arsip Berita