BlackBerry Messenger AgenLiga

Perjalan Karier Romario De Souza Faria

Perjalan karier Romario De souza Faria

Romario De souza Faria lahir pada tanggal 29 january 1977 di Rio de janeiro – Brazil, Romario seorang pemain sepak bola yang bermain pada posisi sebagai penyerang dan pernah menjabat sebagai manajer klub Vasco da gama di tahun 2007. serta pernah turun dalam dunia politik di tahun 2010. sebagai pemain sepak bola yang juga di panggil untuk membela Tim nasional brazil dan berhasil memberikan sebuah trofi piala dunia pada tahun 1994 serta juga di nobatkan sebagai salah satu penyerang terproduktif di dunia. Romario juga terpilih sebagai pemain terbaik versi FIFA W.P.F dan juga menang atas piala sepatu emas di tahun yang sama 1994 serta terpilih sebagai salah satu pemain yang masuk dalam skuad FIFA Dream Team dan Terpilih sebagai pemain terbesar dalam sejarah di antara 125 nama pemain lainnya pada saat perayaan ulang tahunnya ke 100 berdirinya FIFA. Romario bermain bersama dengan klub PSV Eindhoven di tahun 1929 – 1993 pada liga  champion dengan membawa Psv Eindhoven sebagai juara dan mengangkat piala champions, juga terpilih sebaga pencetak gol terbanyak pada turnament tersebut. Dia juga dikenal sebagai salah satu penyerang yang melampaui pencetak 1.000 gol.

Romario.AgenLiga

Pada masa kecilnya Romario bermain di klub olaria, klub kecil yang ada di kota Rio de janeiro, lalu di bawa oleh klub vaco da gama sebagai pemain di tim junior, lalu Romario terpilih untuk membela tim nasional brazil u-19 dan memenangkan piala bagi negaranya di tahun 1987 dan di tahun 1988 pada pertandingan sepak bola olimpiade Romario keluar sebagai pencetak gol terbanyak. setelah itu Psv Eindhoven membeli Romario dan dia bermain di liga Belanda dan memberikan piala liga bagi Psv Eindhoven di tahun 1989, 1991 dan 1992. setelah itu karier sepak bola Romario semakin bersinar, Romario di pinang klub Barcelona dan mulai bermain pada musim tahun 1993 – 1994, bermain bersama dengan Hristo Stoichkov, José Mari Bakero, Josep Guardiola, Michael Laudrup dan Ronald Koeman memperkuat Barcelona dan menjuarai La Liga spanyol di tahun itu juga. serta menjadi pencetak gol terbanyak dengan jumlah 33 gol dalam 33 pertandingan yang dimainkannya. Tahun 1994 Romario tercatat sebagai pemain terbaik versi FIFA w.p.f dimana di tahun sebelumnya tahun 1993 Romario hanya mampu sebagai runner up saja.

Tahun 1995 Romario kembali ke brazil dan bermain untuk klub Flamengo dan hanya bertahan 1 tahun saja, kemudian di tahun berikutnya Romario bermain pada klub Valencia hingga tahun 1998, di tahun tersebut Romario tidak di panggil untuk membela Tim nasional Brazil, Tahun 1999 Romario balik kembali ke klub flamengo dan hanya menghabiskan 1 musim saja bersama dengan Flamengo setelah itu Romario kembali ke klub lamanya Vasco da gama di tahun 200 dan memenangkan piala liga brazil Mercousur cup bagi Vasco da gama sekaligus terpilih kembali menjadi pemain terbaik Brazil. setelah itu Romario bermain untuk klub Fluminense dari tahun 2002 – 2004. Di tahun 2004 oktober Romario di pecat dari klub karena berselisih dengan pelatih klub Fluminense, dan kembali lagi Romario bermain untuk Vasco da gama di thaun 2005, Umurnya yang telah 40 tahun tersebut Romário mencetak 22 gol di Kejuaraan Brasil dan membuatnya pencetak gol terbanyak liga.

Pada awal tahun 2006, Romario bergabung bersama klub Miami FC bermain bersama dengan mantan rekan setimnya di tim nasional Brazil tahun 1994 lalu yaitu zinho, mereka membantu Miami FC mencapai peringkat pertama pada liga USL divisi pertama. Romario sendiri mencetak 19 gol dalam 25 penampilan bersama dengan Miami FC. setelah itu Romario di pinjamkan ke klub asal Australia Adelaide united Fc, pertandingan yang dilakukan bersama Adelaide united pada 25 november 2006 melawan central coast mariners Fc di final, Romario menyumbangkan 1 gol kemenangan untuk Adelaide dan di bulan januari 2007 Romario kembali menanda tangani kontrak baru bersama dengan Vasco da gama kembali.

Pada Tanggal 20 mei 2007 Romario menjadi Manager Vasco da gama dan pertadingan pertamanya sebagai manager waktu itu sekaligus sebagai pemain di lapangan sepak bola saat melawan klub dari Amerika mexico pada pertandingan copa sudamericana di perempatfinal, di usianya yang 41 tahun, Romario kemudian mengantikan Celso Roth sebagai pelatih Vasco da gama, pada tanggal 6 febuari 2008 Romario berselisih dengan presiden klub Miranda, dimana Romario merasa intervensi Miranda dalam pemilihan tim terlalu berlebihan lalu di pecat sebagai pelatih, namun masih tetap di kontrak sebagai pemain vasco. di tanggal 4 desember 2007 terdeteksi terkena penyakit finasteride setelah melawan klub Plameiras dan melakukan perawatan anti biotik yang di anggap pihak FIFA sebagai steroids, lalu pada tanggal 5 febuari 2008, Romario mengumunkan akan keputusannya pensiun sebagai pemain dan pelatih sepak bola. bersama dengan Tim nasional Brazil Romario mencetak 71 gol dalam 85 penampilannya, dan Romario juga menyatakan dia telah mencetak lebih dari 1000 gol untuk klub. namun pada tahun 2009 Romario kembali merumput atas pemenuhan keingginan ayahnya, bermain untuk Amerika saat melawan artsul dengan mengantikan Adriano di menit 68 dan mencetak gol untuk Amerika dengan kemenangan 2- 0 sehingga memimpin di divisi 2 klub pada carioaca championship.

 

Romario setelah itu di kabarkan turun dalam dunia politik di tahun 2010 sebagai anggota parlemen Brazil dan di pilih sebagai anggota dewan serta menjadi kandidat yang untuk menduduki di dewan sebagai wakil dari rio de janeiro, Di waktu yang akan datang Romario melakukan agenda politiknya dengan melawan FIFA dengan menyatakan piala dunia 2014 yang di gelar FIFA di duga adanya praktik pencucian uang dan korupsi yang terjadi di badan FIFA, dan Romario juga mengatakan tidak sependapat dengan Ricardo teixeira, Jerome valcke dan sepp blatter dengan mengatakan mereka telah melakukan kejahatan pada dunia sepak bola.

Jadwal Bank Offline

BCA-AL Mandiri - AL

BRI - AL BNI - AL

CIMB- AL

Get our toolbar!

Arsip Berita