BlackBerry Messenger AgenLiga
Browsing articles in "agenbola"

Villarreal Dipermalukan Oleh Sevilla

-sevilla-vs-villarrealPertandingan antara Villarreal melawan Sevilla akhirnya berhasil dimenangkan oleh Sevilla dengan skor telak 1-3. Pertandingan yang diadakan di dalam markas Villarreal ternyata gagal membawa tim tuan rumah meraih kemenangan. Ketiga gol Sevilla dicetak oleh Vitolo, Stephane M’Bia dan Kevin Gameiro. Sedangkan satu gol balasan dari Villarreal dicetak oleh Luciano Dario Vietto.

Dalam pertandingan babak pertama, Sevilla yang menjadi tim tamu dalam pertandingan tersebut langsung bermain dalam tempo cepat. Pertandingan baru memasuki menit ke-01, Sevilla sudah berhasil mencetak gol pembuka laga lewat Vitolo. Gol ini tercipta lewat umpan dari Kevin Gameiro yang berhasil diselesaikan dengan baik olehnya. Skor pun menjadi 0-1 untuk sementara waktu.

Tertinggal satu gol, ternyata membuat para pemain Villarreal mencoba untuk mengejar ketertinggalan mereka. Namun, sayang peluang demi peluang yang diciptakan oleh para pemain Villarreal masih mampu dipatahkan oleh barisan belakang pertahanan Sevilla yang tampil bagus dalam laga tersebut.

Saat pertandingan memasuki menit ke-26 akhirnya Sevilla berhasil mencetak gol kedua mereka lewat Stephane M’Bia. Gol ini tercipta lewat umpan dari Benoit Tremoulinas yang berhasil diselesaikan dengan baik olehnya. Skor menjadi 0-2.

Berhasil mencetak dua buah gol ke dalam gawang Villarreal, ternyata tidak membuat para pemain Sevilla merasa puas. Saat pertandingan memasuki menit ke-35, Sevilla kembali mendapatkan peluang lewat Aleix Vidal. Namun, sayang peluang yang didapatkan olehnya gagal diselesaikan dengan baik olehnya. Skor pun tetap bertahan 0-2 hingga selesai babak pertama.

Memasuki babak kedua, Villarreal mencoba meningkatkan tempo permainan mereka. Saat pertandingan memasuki menit ke-48 akhirnya Villarreal berhasil memperkecil selisih gol mereka lewat gol yang dicetak oleh Luciano Dario Vietto. Gol ini tercipta lewat umpan dari Mateo Pablo Musacchio yang berhasil diselesaikan dengan baik olehnya. Skor menjadi 1-2 untuk sementara waktu.

Namun, gol tersebut tidak bertahan lama karena saat pertandingan memasuki menit ke-50 akhirnya Sevilla kembali berhasil mencetak gol ketiga mereka lewat Kevin Gameiro. Gol ini menjadi gol terakhir yang tercipta di dalam laga babak kedua. Skor pun menjadi 1-3 hingga selesai babak kedua.

Tottenham Siap Uji Kemampuan Melawan Manchester United

MU-SpursAkhir pekan ini klub Tottenham Hotspur akan melawat ke kandang Manchester United dalam kelanjutan pertandingan di liga Inggris. Kedua klub besar ini akan saling uji kemampuan dalam mendapatkan poin penuh dalam laga tersebut.

Sebelum menjalani pertandingan ini klub Tottenham Hotspur sudah mempersiapkan diri mereka untuk memperoleh kemenangan dalam pertandingan panas tersebut. Meskipun Tottenham Hotspur mengakui bahwa menjalani pertandingan melawan klub besar kemenangan itu sangat sulit di raih oleh para pemain dari klub Spurs.

Hasil yang sangat baik yang sudah di dapatkan oleh Tottenham Hotspur dalam beberapa pertandingan terakhir ini akan menjadi ujian bagi mereka apakah bisa memperpanjang kemenangan melawan klub Manchester United yang juga sedang berada dalam posisi terbaik. Kedua tim ini hanya terpaut beberapa point saja di klasmen liga Inggris musim ini.

Jika Tottenham Hotspur mampu mengalahkan Manchester United maka mereka pastikan posisi kelima akan di tempati oleh mereka. Walaupun minim akan pemain bintang yang bermain di klub yang pernah di perkuat oleh Gareth Bale tersebut namun mereka tetap optimis akan menang dalam laga ini.

Pemain penyerang dari klub Tottenham Hotspur yang bernama Harry Kane saat ini sedang berada dalam peforma terbaiknya siap menjadi pemain yang akan merepotkan barisan pertahanan dari United dalam pertandingan nanti.

Hasil imbang ketika bertemu klub papan atas lainnya dalam pertandingan yang sebelum sebelumnya akan di usahakan tidak terjadi dalam laga melawan Setan Merah nanti. Target untuk mendapatkan tiket ke pertandingan liga Champions di musim depan sangat di harapkan oleh klub Tottenham Hotspur di musim ini.

Para pemain dari Tottenham akan memanfaatkan kesempatan yang sering terjadi apabila skuad dari tim asuhan Van Gaal sedang dalam keadaan lengah. Jejak record pertandingan dari Tottenham Hotspur dan Manchester United di musim ini bisa terbilang tidak jauh berbeda karena kedua tim ini sama sama beranjak dari posisi bawah klasemen di liga Inggris dari awal musim.

Kekuatan mereka akan berimbang ini akan sangat seru untuk di saksikan dalam pertandingan di liga Inggris mendatang.

Keburukan Roma Bukan Pada Fisik Tapi Mental

GarciaPerforma dari AS Roma sejak dari pergantian tahun pertengahan musim ini lebih cendrung pada tidak optimal dan jauh berbeda pada saat di mulainya pada musim ini performa naik turun tersebut bukan terletak pada kondisi fisik di pemain yang buruk namun kelelahan mental dari para pemain.

Sejak pada awal musim Roma dan Juventus adalah dua tim yang kuat saling berebutan gelar scudetto pada musim ini, namun di awal sejak bulan November tahun lalu hingga pada Bulan Maret ini Roma tidak mendapatkan performa yang optimal sehingga tertinggal 11 poin dalam hasil klasemen pada saat ini, disisi lain poisi ke tiga dan keempat dari Lazio dan Napoli hanya berbeda empat poin dari Roma yang kini berada di posisi kedua, yang dimana pada musim ini hanya menyisakan 12 pekan lagi.

Performa buruk Roma terlihat sangat jelas dalam 10 kali pertandingan terakhir yakni hanya bisa mendapatkan 7 kali pertandingan seri dan dua kali menang serta juga satu kali kekalahan dan inilah salah satu faktor jika Roma tertinggal cukup jauh pada pekan ini dari Juventus yang kuat berada di puncak klasemen.

Bahkan pada pertandingan di kandang sendiri dari November tahun lalu Roma sendiri juga tidak bisa memberikan kesenangan pada para pedukungnya, lebih parahnya sudah pasti mereka pada musim ini kehilangan posisi bermain untuk Liga Champions dan juga Coppa Italia, namun masih ada sisa 1 kompetisi lagi yakni Liga Eropa yang dimana Roma bisa mendapatkan satu posisi dalam babak 16 besar.

Tim yang kuat dan di favoritkan bisa mendapatkan juara scudetto ataupun bisa menjadi pesaing berat bagi Juventus pada beberapa musim terakhir ini kian di herankan terlebih dengan berderetan pemain luar biasa tidak bisa mendapatkan hasil yang memuaskan padahal dengan awal musim start yang bagus serta diramalkan Rudi Garcia sendiri jika anak asuhnya bisa bersaing mendapatkan juara pada musim ini.

Nnamun sampai pada pertengahan pekan ini kondisi di skuad berubah dengan drastis dan bahkan bukan hanya bisa menang namun bermain sampai pada akhir seri menjadi pacuan utama tim ini ketika bertandingan, hal ini terlihat jelas dari susunan pemain dan serta cara pemain membawa bola.

“Saya bisa katakan hal ini lebih mengarah ke mental, jika kita berbicara tentang fisik sudah jelas setiap pertandingan kaki kaki anda akan terasa sangat lelah  namun belakangan ini kami bisa bermain lebih baik di babak akhir di bandingkan semua pertandingan pada babak pertama. Saya yakin ketika kami bermain dan mendapatkan kekalahan maupun hasil seri pasti ada rasa percaya diri yang menurun, ini menujukkan efek ketika pada saat kami terus melaju kedepan dengan cukup kencang dan kemudian terhenti pada pertengahan jalan. Untuk kedepannya dari sisa akhir musim ini kami harus bisa kuatkan mental untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.” jelas dari Federico Balzaretti, salah satu pemain belakang dari AS Roma.

Sepak terjang Roma di Serie A boleh di katakan sedang naik turun, oleh karena itu Garcia yang bertindak sebagai pelatih di tuntut untuk bisa mencuri start pada awal musim baru nantinya demi meraih gelar juara liga Italia yang kerap menjadi langganan Juventus.

Di musim ini, kesempatan klub ibukota Italia itu sudah tertutup dalam persaingan merebut juara liga. Mereka sudah jauh di tinggal oleh Juve yang terus menuai kemenangan dalam setiap pertandingan di kompetisi lokal.

UEFA Tidak Akan Mencabut Kartu Merah Ibrahimovic

zlatan-ibrahimovicZlatan Ibrahimovic telah dipastikan harus menjalani hukuman larangan bermain minimal satu laga menyusul kartu merah yang dia dapatkan pada laga menghadapi Chelsea. Pasalnya pihak UEFA tidak akan mencabut kartu merah untuk penyerang Paris Saint Germain tersebut.

Pemain Internasional Swedia itu diganjar kartu merah pada pertandingan berjalan ke menit 31 di laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang dilangsungkan di Stamford Bridge pada hari Kamis (12/3) dinihari.

Ibrahimovic dinilai telah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain gelandang The Blues, Oscar. Padahal dalam tayangan ulang menunjukan posisi saat itu adalah 50% : 50%. Selain itu Zlatan Ibrahimovic juga terlihat sudah berusaha menarik kakinya agar tidak mengenai Oscar pada saat perebutan bola tersebut.

Pihak Paris Saint Germain sendiri masih belum mengajukan banding atas kartu merah yang didapatkan oleh Ibra tersebut. Akan tetapi kalaupun mereka mengajukan banding, UEFA tampaknya tidak akan mengabulkannya. UEFA hanya akan mencabut sebuah kartu merah jika wasit melakukan kesalahan yang fatal, contohnya jika salah mengusir pemain.

“Kami harus menurut dengan peraturan yang ada, menurut peraturan sebuah kartu merah berarti secara otomatis akan mendapatkan minimal larangan bermain satu pertandingan”, kata Juru bicara UEFA.

“Pada tanggal 19 Maret nanti, komisi Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA akan bertemu untuk menangani masalah ini. Dengan kata lain, mereka akan berunding untuk mengambil keputusan apakah pemain tersebut akan mendapatkan hukuman satu laga atau lebih”, tambahnya.

Dengan demikian pemain berusia 33 tahun itu dipastikan tidak akan memperkuat PSG pada pertandingan leg pertama babak perempatfinal Liga Champions. Paris Saint Germain telah lolos ke perempatfinal setelah bermain imbang 2-2 melawan Chelsea di Stamford Bridge pada leg kedua babak 16 besar.

Sebelumnya pada leg pertama mereka juga bermain imbang 1-1 di kandang sendiri, sehingga mereka lolos dengan agregat skore 3-3. Dengan aturan goal tandang, akhirnya Les Parisiens berhasil lolos ke babak perempatfinal. Namun hal yang harus dikhawatirkan adalah pada babak leg pertama babak perempatfinal nantinya, karena Zlatan Ibrahimovic kemungkinan akan absen.

Manchester United Ingin Kembalikan Vidic Ke Inter

VidicLini pertahanan Setan Merah yang saat ini mudah di terobos oleh musuh membuat Louis Van Gaal ingin mengambil keputusan untuk mengembalikan salah satu mantan beknya yakni Nemanja Vidic yang sebelumnya menjadi andalan hebat di beberapa musim lalu.

Dengan banyak berjasa hingga turut menyumbangkan banyak trofi juara bersama dengan yang lainnya. Keputusan idola itu untuk meninggalkan kubu besar ini karena dengan statusnya yang sudah bebas kontrak sebelumnya

“Oleh karena itu Vidic pun memilih keputusan yang diberikan oleh Inter Milan kepada dirinya saat itu hingga setelah satu pekan bergabung dengan skuat tersebut. Dirinya pun kembali ditarik kembali oleh pelatih asal Belanda yang mengatakan bahwa ingin memilikinya kembali. Pengalaman yang dimilikinya selama dalam dunia sepakbola di dalam Liga Premier League ini cukup banyak dan keputusan itu tampaknya tidak seperti yang di harapkan. Karena setelah resmi sebagai status pinjaman terlihat bahwa benteng rumah mereka masih mudah untuk di terobos,” Ujarnya.

Walaupun saat ini dengan usai 33 tahun dan tidak mudah lagi tidak membuat dia merasa menyesal dengan keputusan yang sudah diambil olehnya musim lalu dengan meninggalkan Old Trafford. Sebelumnya dengan posisi yang ditempatinya itu ia menjadi kapten tim dan bahkan banyak memotivasi yang lainnya untuk dapat tetap percaya diri dalam menghadapi seluruh tantangan berat yang akan di pikul oleh mereka setiap tahunnya. Meski saat ini kariernya tidak bersinar seperti saat ini dirinya mengatakan bahwa di sini akan menjadi kenangan yang berharga baginya

“Bergabung dengan Inter membuatnya percaya diri bahwa tanpa dengan rekan yang lainnya akan tetap mampu bersinar seperti sebelumnya nanti.  Pemain asal Serbia ini pertama kalinya memberikan 56 caps bersama dengan eks di United dan dengan rumor yang beredar dengan akan memulangkannya tidak membuatnya merasa harus kecewa dan baginya dalam membela klub manapun tetap sama dan ketika ditanyai oleh kabar tersebut dia enggan menjawabannya dan tetap fokus dengan tugas yang dijalani saat ini,” Sambungnya.

Pep Guoardiola Sangat Bahagia Dengan Kemenangan Besar

Germany Soccer BundesligaSang pelatih Bayern Munich yakni Pep Guardiola mengatakan bahwa dirinya sangat puas dengan kemenangan besar dengan hasil 7-0 yang sudah berhasil didapatkan oleh timnya di saat menghadapi Shakhtar Donetsk yang dilakukan pada putaran pertama babak 16 besar Liga Champions yang dilakukan pada hari Kamis 12 Maret 2015 pada dinihari WIB.

Melakukan pertandingan di Allianz Arena,  Bayern Munich sendiri mendapatkan hasil seri 0-0 saat berhadapan dengan Ukraina yang berhasil mendapatkan keunggulan terlebih dahulu di saat memasuki menit keempat melalui pemain Thomas Muller dari sebuah titik putih sebelum adanya sebuah pelanggaran yang didapatkan oleh peman bertahan lawan Olexander Kucher.

Tim Bavaria sendiri juga sudah menyelesaikan pertandingan babak pertama dengan sebuah keunggulan dua bola di saat Boateng mengkonstribusikan gol pada gawang Andriy Pyatov di saat memasuki menit ke-34 dengan anak didik dari Pep Guardiola kembali mencetak lima gol di saat pertandingan babak kedua dilakukan melalui pemain Mario Gotze, Robert Lewandowski, Holger Badstuber, Muller dan juga Franck Ribery.

Dengan keberhasilan yang didapatkan oleh timnya tersebut Pep Guardiola sendiri sangat senang dengan kemenangan besar yang didapatkan tersebut, di mana pertandingan ini tidak seimbang dengan 11 pemain berhadapan dengan 10 pemain dalam kurun waktu yang cukup lama dengan tidak adanya kesempatan bagi lawan untuk melakukan serangan baik.

“Oleh  sebab iu ucapan selamat saya berikan kepada tim saya dengan berhasil melaju ke babak perempat final dengan sebuah harapan dan impian yang ada. Hal tersebut merupakan untuk pertama kali di dalam sebuah keadaan kami melakukan pertandingan dengan menurunkan lima pemain penyerang.”

“Saat pertandingan putaran pertama dilakukan kami sudah mendapatkan masalah yang cukup banyak dengan pemain bertahan yang ada, oleh sebab itu di waktu sekarang ini saya sendiri yang memberikan keputusan untuk menurunkan Ribery dan juga Arjen Robben, Muller dan juga Lewandowksi.”

Dengan sebuah keberhasilan untuk menguasai jalannya pertandingan yang ada, Donetsk Shakhtar sudah mendapatkan sebuah kualitas yang cukup baik pada bagian penyerangan yang ada. Di mana saya sendiri sudah mengetahui hal tersebut dengan sangat jelasnya dengan memberikan kemudahan melakukan pertandingan dengan satu pemain yang lebih.

“Pertandinan kali ini berhasil di selesaikan dalam kurun waktu 90 menit lamanya, bukan disaat setelah menit keempat. Akan tetapi di saat kami melakukan pertandingan dengan sangat baiknya. Akan tetapi di saat berada di Liga Champions akan menjadi hal yang tidak mudah untuk dijalankan.”

Oleh sebab itu di waktu ke depannya Bayern Munich akan segera memfokuskan diri ke sebuah pertandingan lokal di saat akan bertandang ke kandang Werder Bremen pada sebuah lanjutan Bundesliga Jerman yang dilakukan di pekan waktu ke-25.

Akan menjadi sebuah catatan yang kurang baik yang akan didapatkan oleh pemain bertahan Shakhtar Donetsk yakni Oleksandr Kucher, pada pemain yang bernomor punggung lima tersebut sudah tercatat sebagai seorang pemain dengan kartu merah tercepat yang didapatkan pada Liga Champions.

Di saat pertandingan yang dilakukan di Allianz Arena yang baru saja berlangsung selama tiga menit lamanya di saat melakukan sebuah umpan terobosan ke dalam area kotak penalti daerah Shakhtar Donetsk yang akan diterima oleh Mario Goetze tersebut. Pemain gelandang Bayern Munchen tersebut dengan segeranya mendapatkan sebuah tekelan dari pemain Oleksandr Kucher dan terjatuh dengan cepat.

Hecking: Inter Milan Adalah Salah Satu Tim Besar Eropa Dan Kami Tidak Boleh Anggap Remeh

hecking_wolfsburgMelihat penampilan Woflsburg dan Inter Milan musim ini yang cukup mengesankan, Wolfsburg memang lebih difavoritkan dalam pertemuan pada Liga Eropa nantinya. Meskipun begitu, Die Wolfe diingatkan untuk tidak mengganggap remeh Inter dan harus tetap fokus menatap kemenangan.

Die Wolfe tampil dengan relatif konsisten pada Bundesliga musim ini, Skuat besutan Dieter Hecking memang tertinggal cukup jauh dari Bayern Munich yang berada di puncak klasemen. Tapi mereka masih bertahan di peringkat kedua klasemen sementara. Mereka juga sempat memberikan kejutan saat mengalahkan Bayern Munich dengan hasil 4-1 pada akhir januari lalu.

Sementara itu pernampilan Inter Milan tidak cukup konsisten, walaupun  dalam beberapa pertandingan terakhir mereka dinilai cukup mengesankan. Akan tetapi saat ini mereka masih sulit untuk bisa mengembalikan kekuatan di Serie A. Nerazzurri saat ini masih duduk diperingkat kesembilan dan mereka tampak kesulitan untuk menembus papan atas.

Kondisi tersebut membuat Wolfburg lebih diunggulkan untuk lolos di babak 16 besar Liga Eropa daripada Inter Milan. Akan tetapi Wolfsburg sendiri harus waspada walaupun mereka difavoritkan dalam pertemuan tersebut, karena mereka menganggap Inter Milan tetap merupakan tim besar yang tidak mudah untuk dikalahkan.

Manager Dieter Hecking mengingatkan anak-anak asuhannya untuk tetap bermain seperti biasa dan fokus dan tidak boleh sedikitpun meremehkan Inter karena mereka masih merupakan salah satu tim besar Eropa.

“Setiap pertandingan akan berubah jika diatas lapangan telah meremehkan lawan, semuanya akan membuat kesalahan jika hal itu dilakukan akan jelas akan mengalami kekalahan. Untuk itu saya menjelaskan kepada anak-anak betapa pentingnya setiap pertandingan dan harus tetap fokus untuk menjadi pemain profesional. Tidak ada yang perlu dibanggakan jika sedang diunggulkan, yang terpenting adalah bermain dengan baik dan fokus untuk meraih kemenangan”, kata Hecking.

Pada leg pertama, Wolfsburg akan menjamu Inter Milan di Volkswagen Arena pada hari Jumat (13/3) dinihari. Mereka akan bergantian kandang di Giauseppe Meazza pada pekan depan. Hecking menyebutkan walaupun laga leg pertama bermain dikandang sendiri, namun dalam pertandingan ini semuanya sangat penting dan harus percaya diri untuk bisa meraih kemenangan.

Lagi-Lagi Munchen Pesta Gol Di Allianz

MunichAjang Liga Champions dalam pertandingan Leg kedua antara Bayern Munchen melawan Shakhtar Donetsk berakhir dengan gol yang banyak, di mana lagi-lagi tim Bundesliga itu mengalahkan lawannya dengan berpora pesta gol, Munchen berhasil menyarangkan sebanyak 7 gol ke gawang Shakhtar dengan agregat 7-0 di mana pada pertandingan leg pertama yang di laksanakan dimarkas besar Shakhtar kedua tim ini menuai hasil imbang tanpa gol 0-0, dari kekalahan ini Shakhtar pun di nyatakan keluar dari ajang Liga Champions ini sementara untuk raksasa Bundesliga itu mereka berlanjut ke babak selanjutnya.

Bagaimana tidak mau kebobolan hingga 7 gol, menit ke 3 saja pemain Shaktar harus di keluarkan karena kartu merah, yaitu Oleksandr Kucher dan dari hasil pelanggaran tersebut menuaikan hadiah penalty untuk tuan rumah dan sukses di eksekusi oleh Thomas Mueller  1-0.

10 orang melawan 11 orang tampaknya sangat kesulitan untuk Shakhtar apa lagi lawannya ini sangat luar biasa, serangan demi serangan di luncurkan oleh Munchen pada menit ke 34 Boateng membuat kedudukan menjadi 2-0 dan hasil ini bertahan hingga turun minum.

Berlanjut di babak kedua permainan pun tambah cepat, tidak lama bermain menit 49 Frank Ribery mencatatkan namanya di papan skor 3-0, berselang 3 menit tepatnya pada menit ke 52 Mueller kembali lagi memainkan aksinya menjebol gawang Shaktar dan skor 4-0.

Kekalahan pastinya sudah di miliki oleh Shaktar karena tertinggal sangat jauh, tak mampu menipiskan kedudukan Shakhtar kebobolan lagi menit ke 63 kali ini dari aksi Holger Badstuber  5-0 angka yang telak.

Munchen bermain tanpa ampun, 10 pemain Shakhtar kewalahan menghadapinya dan skor bertambah lagi pada menit ke 75 setelah Robert Lewandowski membuat Allianz Arena bergemuruh lewat aksinya yang luar biasa.

Gol terakhir terjadi pada menit ke 87, Mario Goetze adalah pelaku gol terakhir tersebut, kemenangan lengkap bagi Munchen, pesta Gol, dan mengamankan tiket selanjutnya ke babak berikut.

Performa Buruk, ‘Setan Merah’ Terancam Tanpa Gelar Lagi

Manchester-United-loseKlub anyar liga Inggris, Manchester United kembali lagi menjadi sorotan untuk berita seputar dunia sepakbola professional saat ini setelah langkahnya terhenti di babak perempatfinal Piala FA yang kemudian bisa dibilang nyaris menutup peluangnya dalam meraih trofi musim ini. Setelah sekian lama, akhirnya klub yang dijuluki ‘Setan Merah’ tersebut terancam dua musim tanpa gelar secara beruntun.

Kekalahan pahit dengan skor 1-2 dari Arsenal di Old Trafford, Selasa (10/3/2015) dinihari WIB kemarin-lah yang menjadikan United harus tersingkir dari Piala FA. Gol-gol yang disumbangkan oleh Nacho Monreal dan juga Danny Welbeck hanya sanggup disamakan sekali saja oleh striker Wayne Rooney.

Hasilnya ‘Setan Merah’ terpaksa memperpanjang puasa trofi mereka di kompetisi ini setelah terakhir kali mereka menjadi juara di tahun 2004. Padahal mereka adalah rajanya turnamen ini, bersama-sama dengan Arsenal, dengan total perolehan 11 trofi.

Sebenarnya masih ada titel Premier League tersisa yang masih bisa saja diraih oleh United. Namun tanpa adanya keajaiban, bisa dikatakan bahwa nyaris mustahil bagi ‘Setan Merah’ untuk mengejar Chelsea yang notabene pada saat ini jauh lebih unggul dengan selisih 10 poin dan mempunyai satu pertandingan tersisa.

Terlebih lagi apabila United tidak meraih gelar pada musim ini, maka ini adalah kedua kalinya Louis van Gaal gagal meraih juara di musim pertamanya melatih sebuah klub. Sebelumnya di AZ Alkmaar yang dimana ia juga gagal memberikan trofi di musim debutnya.

Selain itu aksi ‘kurang terpelajar’ Angel di Maria yang berbuntut kartu merah untuk dirinya tersebut juga dikritik oleh banyak pihak. Dua kartu kuning dalam satu pertandingan ternyata pernah diterima oleh winger asal Argentina tersebut saat ia masih membela Real Madrid.

Sebelumnya diberitakan bahwa Di Maria harus menerima hukuman kartu kuning pertama dari wasit di waktu menit ke-74, disaat United sudah tertinggal 1-2 oleh Arsenal. Di Maria diultimatum melakukan diving oleh wasit disaat ia mencoba mempertahankan bola dari kejaran Aaron Ramsey, tidak jauh dari kotak penalti The Gunners. Kartu kuning yang diberikan oleh wasit tersebut kemudian memicu sebuah keributan kecil. Sejumlah pemain MU dan Arsenal terlihat mengelilingi sang pengadil.

Disaat itulah Di Maria melakukan sebuah aksi yang disebut Van Gaal sebagai sebuah ‘aksi tidak terpelajar’ dimana Di Maria terlihat emosional dan bahkan juga menarik baju wasit. Kejadian tersebut kemudian keluarnya kartu kuning kedua untuk dirinya.

“Jadi begini saya katakan kepada anda, saya berpikir bahwa dia menyentuh wasit dan tentu saja hal tersebut dilarang di semua negara. Di Maria tentu saja tahu bahwa dia tidak boleh menyentuh wasit, itu bukan sebuah tindakan yang terpuji dari dirinya. Setiap pemain tahu hal itu,” tutur Van Gaal setelah laga berakhir.

Ternyata ini juga bukan pertama kalinya Di Maria mempunyai masalah dengan wasit dan juga membuatnya mendapatkan hukuman kartu kuning atas tindakan yang sangat tidak terpuji. Ketika ia membela Real Madrid kejadian serupa juga sempat terjadi, di tahun 2013 disaat Real Madrid menghadapi Deportivo La Coruna, Di Maria mendapatkan hukuman kartu kuning karena dianggap menghalangi disaat pemain lawan akan mengambil tendangan bebas.

Namun setelah mendapatkan peringatan dari wasit, Di Maria malah tidak bergerak jauh dari posisinya semula. Wasit pun tidak berkompromi lagi dan langsung mengacungi kartu kuning kedua untuknya.

 

Mourinho Waspadai Permainan Keras Dari Paris St. Germain

PSG-ChelseaJelang pertandingan Liga Champions yang akan mempertemukan klub Chelsea melawan tamunya Paris Saint Germain kedua tim kini lebih mempersiapkan tim untuk lebih hebat dalam laga nanti. Kedua tim yang masih mempunyai peluang besar untuk bisa memenangkan pertandingan dan melanjutkan ke babak berikutnya ini pasti akan menghadirkan laga panas.

Bagaimana tidak pada leg pertama saja Chelsea yang menjadi tamu di kandang Paris Saint Germain bermain dengan hasil imbang dan permainan dari kedua tim yang sangat keras sudah terlihat dari babak pertama di mulai. Pada leg kedua ini yang akan di selenggarakan di kandang Chelsea ini pasti akan di mamfaatkan oleh klub asal liga Inggris ini untuk mencuri gol lebih dahulu.

Akan tetapi Chelsea sebelum menjalani laga ini banyak kekhawatiran pada pelatih klub Chelsea Jose Mourinho. Bukan karena pasukannya belum siap untuk menjalani laga ini.

Hal yang paling menjadi pertimbangan besar bagi Mourinho adalah di mana klub Paris Saint Germain pada leg pertama yang bermain sangat keras dan di takuti pada leg kedua ini akan terjadi hal yang sama. Jose Mourinho sudah berpesan kepada para pemain Chelsea yang akan bermain di lapangan nanti agar tetap berhati hati akan permainan keras Paris Saint Germain.

Jika pemain Chelsea terkena dampak dari permainan keras dari Paris Saint Germain maka hal yang tidak di inginkan seperti cidera pemain bisa saja terjadi pada pertandingan nanti. Jose Mourinho sudah mempersiapkan tim dengan baik hingga akhir musim ini.

Pertandingan yang akan di ikuti oleh klub Chelsea bukan semata hanya sampai di pertandingan liga Champions saja karena di liga Inggris masih tidak kalah beratnya di bandingkan dengan Liga Champions. Sejauh ini tim Chelsea sudah sangat siap menjalani leg kedua ini.

Jose Mourinho yakin jika para pemainnya bisa kontrol emosi permainan di lapangan maka Chelsea lah yang akan menjadi pemenangnya dalam laga ini. The Blues siap mempermalukan klub Paris Saint Germain di kandang mereka sendiri. Lini bertahan dari Chelsea yang sangat tangguh akan sangat sulit bagi Paris Saint Germain untuk menembus tembok pertahanan dari wakil Premier League itu dalam laga nanti.

Pages:«1234567...763»

Jadwal Bank Offline

BCA-AL Mandiri - AL

BRI - AL BNI - AL

CIMB- AL

Get our toolbar!

Arsip Berita