BlackBerry Messenger AgenLiga

3 Partai Puncak Piala Dunia yang Masih Diingat Hingga Kini

 

Piala Dunia 2018 baru berjalan kurang dari sepekan. Tetapi sudah banyak surprise yang terwujud pada Piala Dunia yang berjalan di Rusia dan sejumlah momen-momen penting yang sudah muncul di sana.

Tim-tim unggulan seperti Argentina, Brasil, serta Jerman mesti gigit jari karena tidak mencapai hasil optimal pada partai pertama. Argentina serta Brasil bermain imbang semasing dengan Islandia serta Swiss.

Sesaat, nasib Jerman lebih naas lagi. Mesut Ozil serta kawan-kawan kalah 0-1 dari Meksiko.

Yg tidak kalah mengagetkan yaitu debut tuan tempat tinggal, Rusia. Tim polesan Stanislav Cherchesov jadi tim pertama yang meyakinkan diri maju ke fase setelah itu.

Dengan Piala Dunia yang masih tetap panjang, bukanlah tak mungkin saja beberapa surprise baru bakal nampak. Partai final Piala Dunia sendiri baru bakal dihelat 15 Juli yang akan datang.

Saat sebelum partai ini berjalan, tersebut tiga final Piala Dunia paling ikonik.

  1. Final Piala Dunia 1938

Final itu bisa disebut ikonik karena Italia jadi tim pertama yang sukses memenangkan Piala Dunia 2 x beruntun. Pada partai final Piala Dunia 1938, Italia menaklukkan Hungaria dengan score 4-2.

Dua pemain Italia yaitu Silvio Piola serta Gino Colaussi jadi bintang melalui semasing dua gol mereka. Hungaria sendiri cetak dua gol melalui Titkos serta Sarosi.

Pada final edisi 1934, Italia menang 2-1 atas Cekoslovakia melalui gol Raimundo Orsi serta Angelo Schiavo. Dua final edisi 1934 serta 1938 tersisa sebagian nama legenda seperti Giuseppe Meazza serta sang pelatih Vittorio Pozzo.

  1. Final Piala Dunia 1950

Piala Dunia 1950 telah berumur kian lebih enam dekade. Tetapi masa lalu bakal partai final di Stadion Maracana ini masih tetap membekas sampai saat ini.

Ya, partai final pada Uruguay Vs tuan tempat tinggal Brasil layak masuk ke daftar final Piala Dunia paling ikonik. Bagaimanakah tak, pemirsa yang datang ke stadion waktu ini meraih 190 ribu orang lebih.

Sampai saat ini, tidak ada yang menyamakan rekor itu.

Partai ini juga jadi ikonik karena tragedi yang berlangsung selepasnya. Supporter Brasil yang tidak terima timnya kalah 1-2 jadikan penjaga gawang Moacir Barbosa sebagai kambing hitam. Kekalahan di final ini dikenal juga dengan sebutan Maracanazo.

Mulai sejak kekalahan ini, Brasil tidak sering sekali menggunakan penjaga gawang kulit hitam. Pengecualian berlangsung pada sosok Dida yang pernah mengawal gawang Brasil di sebagian Piala Dunia.

  1. Final Piala Dunia 1990

Di masa moderen, final Piala Dunia 1990 layak masuk dalam daftar. Pasalnya, partai final pada Jerman Barat Vs Argentina itu dilabeli sebagai final Piala Dunia paling kotor.

Bagaimanakah tak, dua kartu merah sangat terpaksa keluar dari kantong wasit. Dua kartu merah ini ditujukan untuk dua pemain Argentina, Gustavo Dezotti serta Pedro Monzon.

Satu diantara pelanggaran cukup keras di buat Dezotti pada bomber Jerman, Jurgen Klinsmann. Karena sangat kerasnya, harian Amerika Serikat, The New York Times melabeli pelanggaran ini sebagai sepakan leher dari pegulat profesional.

Jerman Barat sendiri keluar sebagai juara karena gol tunggal, Andreas Brehme yang diciptakan dari sepakan penalti. Kemenangan itu sekalian membalaskan dendam kekalahan 2-3 dari Argentina pada final edisi 1986.

Jadwal Bank Offline

BCA-AL Mandiri - AL

BRI - AL BNI - AL

CIMB- AL

Get our toolbar!

Arsip Berita